-->

Tetap Semangat meski gagal

 Pengalaman yang begitu sulit untuk saya lupakan di tahun 2015. Dimana ketika saya lulus SMK, saya mencoba untuk daftarkan diri sebagai Tentara Nasional Indonesia ( TNI ). Sebenarnya menjadi TNI itu adalah amanah dari almarhum bapak saya, orang yang saya jadikan idola, panutan dan segalanya bagi saya. Masih teringat dibenak saya waktu itu beliau berkata, “Ardi kalau sudah besar nanti kamu jadi tentara”, Ujarnya.
Sebelum mendaftarkan diri, saya coba bincang-bincang sama keluarga mengenai niat saya ini. Hampir 90% dari keluarga saya tidak ada yang mendukung. Beragam alasan pun mereka lontarkan kepada saya, diantaranya kamu ambil uang dari mana?, nanti kalau lulus kamu sudah jauh dari keluarga, dan lain-lain. Tapi karena ini amanah, mau tidak mau saya tetap memaksakan diri untuk mendaftar.
Kurang lebih satu bulan saya latihan, sampai-sampai saya membangun tempat full up sendiri ( Restop) di depan rumah. Dengan panduan dari Komandan Koramil ( Kapten Jamal) di Kecamatan saya, saya dan teman-teman dilatih secara teratur. Beragam latihan yang saya lakukan dengan teman-teman yang juga punya niat seperti saya.
Dua pekan sebelum tes tahap satu di kabupaten Bone, saya dan teman-teman sudah berangkat ke sana. Di Bone saya menyewa kost yang jaraknya tidak jauh dari tempat saya di tes nanti. Sembari menunggu jadwal tes, saya melakukan latihan-latihan ringan dengan teman-teman. Bahkan kami menyempatkan diri untuk merefleksi diri dengan rekreasi di Tanjung Palette.
Hari tes pun telah tiba, perasaan yang begitu deg-degan menghampiri saya. Perasaan yakin tidak yakin bergejolak ibarat perang. Tes administrasi saya lewati dengan lancar, tetapi begitu masuk di ruangan tes kesehatan seakan-akan ada firasat yang mengatakan kalau saya akan gagal di sini. Alhasil ternyata benar saya gagal di kesehatan yaitu tepatnya ada Herpes di dada saya ( semacam Gatal ). Apa yang katakan oleh tim penguji waktu itu sangat tidak bisa saya terima, bahkan saya memohon-mohon diluluskan tapi tetap saja tidak bisa.
Setelah gagal, saya tidak langsung pulang dari bone tapi saya mencoba menenangkan diri dan merenungi apa yang sedang terjadi. Lucunya saya tidak sadar kalau saya kehabisan uang buat biaya kembali ke parepare. Saya minta tolong sama kakak saya agar mentransfer uang, bahkan saya menjual beras bekal dari kampung dan celana pun saya jual kepada teman saya yang lulus tes.
Namun kegagalan itu sama sekali tidak membuat saya semakin terpuruk dan patah semangat. Didalam prinsip saya, hal yang sangat menyedihkan sepanjang hidup saya yaitu pada tanggal 8 maret 2010 ( Bapak saya meninggal dunia). Perasaan sedih tetap ada namun tidak sesedih itu.
Akhirnya saya ke Parepare untuk mencoba bangkit kembali dan memulai kehidupan yang baru lagi. cita-cita itu tetap masih ada di hati kecil saya, tapi saya akan menikmati ritmenya walaupun nantinya saya tidak jadi TNI . Saya Yakin apapun hasil kedepannya, itulah yang terbaik yang diberikan Allah SWT kepada saya.
          Sekian, terima kasih!!!

0 Response to " Tetap Semangat meski gagal"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel