-->

Untuk Ayah


Hampir setiap tahunnya perasaan ini selalu ada. 7 tahun terakhir kujalani dengan kerinduan sosokmu. bahkan kadang aku merasa masih belum percaya bahwa kau telah meninggalkanku disini sejak usiaku 12 tahun. Ribuan kisahku ingin kuceritakan padamu baik itu suka maupun duka meskipun hanya dalam mimpi.

Setiap mataku terbuka aku merasa begitu dekat denganmu walau bukan raga, tapi jiwamu seakan mengikuti dan menemaniku kemanapun aku melangkah. ketika ada masalah yang kuhadapi, sejenak aku mengingatmu lalu tersenyum mengatasi masalah itu.

Ayah,, malam ini suara takbir kembali di kumandangkan. begitu merdu dan syahdu sampai ditelingaku. semua orang berkumpul dengan keluarganya dimalam takbiran menyambut hari raya Idhul Adha dengan suka cita.

Beda dengan diriku yang ditemani seorang ibu. Rasanya kurang lengkap tanpamu disini. tetasan air mataku tak bisa ku bendung lagi disaat-saat seperti ini. rasanya ingin memelukmu walau sedetik saja. Aku rindu nasehat-nasehatmu, aku rindu motivasimu, aku rindu marahmu, aku rindu senyum mu, aku rindu segalanya darimu Ayah!!!.

Ayah,,,aku pernah berjanji untuk tidak bersedih lagi. bagiku hal yang paling menyedihkan dalam hidupku adalah kehilanganmu. takkan ada sosok yang bisa menggantikanmu. kau adalah Idola sejati yang mengalir dalam jiwaku. Suatu saat nanti akan ku buktikan kepada dunia bahwa aku bisa menjadi sang juara seperti yang selalu kau ucapkan padaku diwaktu kecil. Aamiinnn

untukmu Ayah ( Almarhum Asri ) 8 Maret 2010.

Sekian, terima kasih!!!


0 Response to "Untuk Ayah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel