-->

Belajar Dari Benda Mati


Belajar kehidupan ternyata bisa dari apa saja, baik dari pengalaman, belajar dari orang lain atau belajar dari lingkungan sekitar. Di samping itu belajar bisa juga dari sebuah hewan dan benda mati.

Yang namanya belajar memang bisa dari siapapun, apapun dan dimanapun, maka tak heran ada hadits yang menjelaskan pentingnya belajar dan mencari ilmu.

Salah satu benda mati yg dapat memberikan pelajaran hidup yakni pensil..

Pensil bisa menulis apapun, bisa menggambar apapun, dia bisa menghasilkan karya yang hebat, karya yang indah, bahkan bisa membuat terkenal. Tapi perlu diketahui bahwa, pensil tidak bisa menghasilkan karya tanpa tangan penggerak.

Layaknya seperti manusia, manusia tidak bisa bergerak, tidak bisa berkarya tanpa ada yang menggerakkan.

Dan DIA lah ALLAH SWT yang menggerakkan manusia, yang memberi ide, yang memberi kemampuan, memberi kekuatan, kesehatan dan nikmat yang sangat banyak sekali.

Pensil butuh berhenti untuk meneruskan kerjanya, ia butuh untuk diraut agar kembali tajam, mungkin rautan tersebut akan menyakiti pensil, membuat pensil kesakitan, menangis dan merasa kehilangan.

Tapi setelah rautan itu selesai pensil akan kembali tajam, ia kembali kuat dan siap digunakan untuk bekerja.

Seperti manusia, dalam hidup akan mendapat ujian, cobaan, sakit dan kehilangan, tapi setelah itu justru menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih siap dan lebih dewasa dalam menjalani hidup.

Pensil memberikan kita kesempatan untuk menghapus kesalahan yang kita buat. Kita pun mampu membersihkannya dengan maksimal dan diganti dengan hal yang benar.

Dalam hidup, jika kamu mempunyai banyak kesalahan tentu selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya dengan melakukan kebaikan dan itu bukanlah hal yang jelek, tidak perlu malu, kita hapus saja dan berusaha lebih baik lagi.

Bagian terpenting dari pensil adalah arang nya, bagian dalamnya, bukan bagian luarnya. Halnya seperti manusia, yang terpenting bukanlah wajahnya, bukan penampilannya tapi hatinya, budi pekerti nya dan bagaimana dia bermanfaat bagi orang lain.

Setiap coretan pensil pasti akan meninggalkan jejak atau goresan, maka seperti hidup manusia juga dimana-mana dalam berbuat pasti meninggalkan jejak, goresan ataupun kenangan, maka kita harud berhati-hati dalam semua tindakan kita.BELAJAR KEHIDUPAN DARI BENDA MATI

Belajar kehidupan ternyata bisa dari apa saja, baik dari pengalaman, belajar dari orang lain atau belajar dari lingkungan sekitar. Di samping itu belajar bisa juga dari sebuah hewan dan benda mati.

Yang namanya belajar memang bisa dari siapapun, apapun dan dimanapun, maka tak heran ada hadits yang menjelaskan pentingnya belajar dan mencari ilmu.

Salah satu benda mati yg dapat memberikan pelajaran hidup yakni pensil..

Pensil bisa menulis apapun, bisa menggambar apapun, dia bisa menghasilkan karya yang hebat, karya yang indah, bahkan bisa membuat terkenal. Tapi perlu diketahui bahwa, pensil tidak bisa menghasilkan karya tanpa tangan penggerak.

Layaknya seperti manusia, manusia tidak bisa bergerak, tidak bisa berkarya tanpa ada yang menggerakkan.

Dan DIA lah ALLAH SWT yang menggerakkan manusia, yang memberi ide, yang memberi kemampuan, memberi kekuatan, kesehatan dan nikmat yang sangat banyak sekali.

Pensil butuh berhenti untuk meneruskan kerjanya, ia butuh untuk diraut agar kembali tajam, mungkin rautan tersebut akan menyakiti pensil, membuat pensil kesakitan, menangis dan merasa kehilangan.

Tapi setelah rautan itu selesai pensil akan kembali tajam, ia kembali kuat dan siap digunakan untuk bekerja.

Seperti manusia, dalam hidup akan mendapat ujian, cobaan, sakit dan kehilangan, tapi setelah itu justru menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih siap dan lebih dewasa dalam menjalani hidup.

Pensil memberikan kita kesempatan untuk menghapus kesalahan yang kita buat. Kita pun mampu membersihkannya dengan maksimal dan diganti dengan hal yang benar.

Dalam hidup, jika kamu mempunyai banyak kesalahan tentu selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya dengan melakukan kebaikan dan itu bukanlah hal yang jelek, tidak perlu malu, kita hapus saja dan berusaha lebih baik lagi.

Bagian terpenting dari pensil adalah arang nya, bagian dalamnya, bukan bagian luarnya. Halnya seperti manusia, yang terpenting bukanlah wajahnya, bukan penampilannya tapi hatinya, budi pekerti nya dan bagaimana dia bermanfaat bagi orang lain.

Setiap coretan pensil pasti akan meninggalkan jejak atau goresan, maka seperti hidup manusia juga dimana-mana dalam berbuat pasti meninggalkan jejak, goresan ataupun kenangan, maka kita harus berhati-hati dalam semua tindakan kita.

Sekian, Terima kasih!
(Penulis, Ayu Lestary)


1 Response to "Belajar Dari Benda Mati"

Unknown said...

Double tulisannya kak ardi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel