-->

Aliran sirkulasi pendapatan dan pengeluaran dalam perekonomian


2.1 Sirkulasi Aliran Pendapatan
Sirkulasi aliran pendapatan adalah suatu bagan yang menunjukkan aliran pendapatan dan perbelanjaan yang berlaku dalam suatu perekonomian. Sirkulasi aliran pendapatan tersebut dapat dibedakan dalam beberapa bentuk, dan bentuknya tersebut dibuat sesuai dengan analisis ekonomi yang akan dibincangkan. Dalam analisis makroekonomi biasanya sirkulasi aliran pendapatan itu dibedakan kepada tiga bentuk, yaitu untuk perekonomian dua-sektor, tiga-sektor dan perekonomian empat-sektor atau perekonomian terbuka.
Pada dasarnya sirkulasi aliran pendapatan yang digambarkan dalam analisis makroekonomi menunjukkan interaksi di antara sector perusahaan dengan sector-sektor yang menjadi pembeli barang-barang yang diproduksikan sektor perusahaan. Aliran pendapatan timbul sebagai akibat (i) penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki rumah tangga, dan (ii) aliran pajak dan pungutan pemerintah yang lain. Sedangkan aliran perbelanjaan timbul sebagai akibat pembelian-pembelian ke atas barang dan jasa yang dihasilkan sektor perusahaan oleh rumah tangga, pemerintah dan penduduk luar negeri. Sesuai dengan sifat terwujudnya aliran pendapatan dapat digambarkan seperti dalam gambar 2.1.


Aliran (1) menggambarkan aliran pendapatan dari sektor perusahaan kearah sektor rumah tangga sebagai akibat dari penggunaan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Aliran itu meliputi (i) gaji dan upah, yang merupakan pendapatan tenaga kerja, (ii) sewa, yang merupakan pendapatan dari tanah dan bangunan, (iii) bunga, yang merupakan pendapatan dari modal, dan (iv) keuntungan yang merupakan pendapatan pemilik perusahaan. Sebagian dari pendapatan ini tidak diterima oleh rumah tangga. Keuntungan perusahaan-perusahaan harus membayar pajak keuntungan, sedangkan pendapatan rumah tangga yang lain harus membayar pajak pajak pendapatan perseorangan. Aliran pajak atau “pendapatan/penerimaan pemerintah” ini digambarkan oleh aliran (2a) dan (2b).
Setelah dikurangi pajak, pendapatan rumah tangga akan digunakan untuk membiayai beberapa kegiatan perbelanjaannya atau ditabung. Yang paling penting adalah untuk membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Ini berarti , sebagian besar pendapatan rumah tangga digunakan untuk membeli barang dan jasa dari sektor perusahaan- ditunjukkan oleh aliran (3), dan sebagian lainnya dari luar negeri ( barang impor) – yang ditunjukkan oleh aliran (5). Sisa pendapatan rumah tangga, yaitu setelah dikurangi oleh pajak, pengeluaran untuk konsumsi, dan pengeluaran untuk membeli barang impor, akan ditabung di lembaga-lembaga keuangan. Aliran tabungan ditunjukkan oleh aliran (4). Lembaga-lembaga keuangan akan meminjamkan dana yang didapati dari tabungan rumah tangga kepada penanam modal.
Di samping dibeli oleh rumah tangga, barang dan jasa yang diproduksikan oleh sektor  perusahaan dibeli pula oleh penanam modal, pemerintah, dan perusahaan dan penduduk negara-negara lain. Perbelanjaan-perbelanjaan ini berturut-turut ditunjukkan oleh aliran (6), (7) dan (8) . Dalam analisis   makroekonomi, keseluruhan perbelanjaan  ke atas produksi sektor perusahaan dinamakan sebagai perbelanjaan agregat, yaitu jumlah perbelanjaan yang dilakukan oleh berbagai golongan pembeli ke atas barang dan jasa yang  dihasilkan oleh suatu perekonomian.
Sirkulasi aliran pendapatan seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1.1 telah dapat member gambaran kasar mengenai pola aliran-aliran pendapatan dan perbelanjaan yan berlaku dalam suatu masyarakat. Aliran seperti itu digambarkan berdasarkan kepada analisis makroekonomi mengenai penentuan tingkat kegiatan perekonomian. Sebagai suatu gambaran kasar tentunya ada beberapa pemisalan yang bertujuan menyederhanakan dari keadaan yang sebenarnya. Sebagai contoh, tidak semua tabungan disalurkan ke lembaga keuangan. Ada tabungan yang digunakan untuk membeli tanah atau ternak. Begitu pula, tidak semua  dana tabungan dipinjamkan untuk investasi. Ada juga yang dipinjamkan kepada pemerintah atau konsumen. Contoh lain: barang-barang impor bukan saja dibeli oleh rumah tangga tetapi juga oleh perusahaan dan pemerintah.
Dalam kegiatan yang sebenarnya berlaku dalam perekonomian, aliran-aliran yang berlaku di antara sektor perusahaan dengan sektor-sektor yang membeli barang dan jasa terdiri dua jenis aliran, yaitu aliran benda dan aliran keuangan. Di antara sektor perusahaan dengan sektor rumah tangga, aliran (1) - yaitu aliran pendapatan rumah tangga – merupakan ganjaran kepada laliran faktor-faktor produksi dari sektor rumah tangga ke sektor perusahaan, dan aliran (3) – yaitu aliran pembelanjaan konsumsi rumah tangga – merupakan pembayaran ke atas aliran barang dan jasa dari sektor perusahaan ke sektor rumah tangga. Aliran perbelanjaan yang dilakukan oleh sektor-sektor pemerintah, penanam modal dan luar negeri akan menyebabkan aliran barang dan jasa ke sektor-sektor tersebut. Dalam Gambar 1.1 aliran-aliran benda wujud tidak ditunjukkan oleh karena aliran keuangan dengan sendirinya telah menerangkan berlakunya aliran-aliran benda tersebut.
Dalam penghitungan pendapatan nasional, nilai pendapatan dan perbelanjaan yang dihitung adalah nilai aliran yang berlaku dalam suatu tahun tertentu. Aliran pendapatan faktor-faktor produksi ditentukan nilainya dengan memperhatikan nilai gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan yang diperoleh dalam satu tahun. Demikian pula, nilai perbelanjaan pemerintah menunjukkan jumlah nilai perbelanjaan ke atas barang dan jasa yang dilakukan pemerintah pada suatu tahun tertentu.
Dalam analisis makroekonomi biasanya sirkulasi aliran pendapatan itu dibedakan kepada tiga bentuk, yaitu untuk perekonomian dua sektor, tiga sektor dan perekonomian empat sektor atau perekonomian terbuka. Berikut penjelasannya.
2.1.1 Aliran Perekonomian Dua Sektor

Yang dimaksudkan dengan perekonomian dua sektor adalah. perekonomian yang terdiri dari sektor rumah tangga dan perusahaan. Ini berarti dalam perekonomian itu dimisalkan tidak terdapat kegiatan pemerintah maupun perdagangan luar negeri
Ciri- ciri aliran pendapatan perekonomian dua sektor:
2.1.1.1 Sektor perusahaan menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki rumah tangga. Faktor-faktor produksi tersebut memperoleh pendapatan berupa gaji dan upah, sewa, bunga dan untung.
2.1.1.2 Sebagian besar pendapatan yang diterima rumah tangga akan digunakan untuk konsumsi, yaitu membeli barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh sektor perusahaan.
2.1.1.3 Sisa pendapatan rumah tangga yang tidak digunakan untuk konsumsi akan ditabung dalam institusi-institusi keuangan.
2.1.1.4 Pengusaha yang ingin melakukan investasi akan meminjam tabungan rumah tangga yang dikumpulkan oleh institusi-institusi keuangan.
Dari sifat sirkulasi aliran-aliran pendapatan dalam perekonomian dua sektor seperti yang terlihat pada gambar di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa aliran-aliran pendapatannya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut yaitu, hubungan rumah tangga dengan perusahaan sebagai balas jasa kepada penggunaan faktor-faktor produksi berupa SDA, SDM, modal & skill yang dimiliki sektor rumah tangga oleh sektor perusahaan, dalam perekonomian dua sektor ini, sektor rumah tangga sebagai penyedia faktor produksi. Dari apa yang telah diberikan pada sektor perusahaan itu, sektor rumah tangga akan memperoleh aliran pendapatan berupa gaji, upah, sewa, bunga, dan untung. Sebagian besar dari berbagai jenis pendapatan yang diterima oleh sektor rumahtangga akan di gunakan untuk konsumsi, yaitu membeli barang-barang dan jasa-jasa yang di hasilkan oleh sektor perusahaan. Sisa dari berbagai jenis pendapatan rumah tangga yang tidak di gunakan untuk pengeluaran konsumsi akan ditabung dalam institusi-institusi keuangan. Pengusaha-pengusaha yang memerlukan modal untuk melakukan investasi akan meminjam tabungan yang dikumpulkan oleh institusi-institusi keuangan dari sektor rumah tangga.
2.1.2 Aliran Perekonomian Tiga Sektor
Perekonomian tiga sektor adalah perekonomian yang terdiri dari sektor-sektor yang berikut: rumah tangga, perusahan,pemerintah. Dengan demikian dalam menganalisis perekonomian tiga sektor pada hakikatnya akan diperhatikan peranan dan pengaruh pemerintah ke atas kegiatan dalam sesuatu perekonomian.
Tidak jauh beda dengan perekonomian dua sektor, pada perekonomian tiga sektor ini terdiri dari sektor rumah tangga dan sektor perusahaan, namun untuk perekonomian tiga sektor ini juga telah melibatkan sektor pemerintah. Hadirnya pemerintah dalam kegiatan ekonomi menjadi penting karena pemerintah menjalankan kekuasaan negara. Masyarakat rumah tangga dan perusahaan diperkuat dengan hadirnya pemerintah dalam rangka membentuk negara nasional yang kuat.
Campur tangan pemerintah dalam perekonomian menimbulkan dua perubahan penting dalam proses penentuan keseimbangan pendapatan nasional, yaitu: (1) Pungutan pajak yang dilakukan pemerintah akan mengurangi pengeluaran agregat melalui pengurangan ke atas konsumsi rumah tanggah. (2) Pajak memungkinkan pemerintah melakukan perbelanjaan dan ini akan menaikkan pembelanjaan agregat.
2.1.2.1 Aliran Pendapatan dan Pengeluaran Perekonomian Tiga Sektor
  Campur tangan pemerintah dalam perekonomian akan menimbulkan tiga jenis aliran baru dalam sirkulasi aliran pendapatan. Tiga jenis aliran yang baru tersebut adalah :
2.1.2.1.1 Pembayaran pajak oleh rumah tangga dan perusahaan kepada pemerintah. Pembayaran pajak tersebut menimbulkan pendapatan kepada pihak pemerintah. Ia merupakan sumber pendapatan pemerintah yang terutama.
2.1.2.1.2.Pengeluaran dari sektor pemerintah ke sektor perusahaan. Aliran ini menggambarkan nilai pengeluaran pemerintah keatas barang-barang dan jasa yang diproduksikan oleh sektor perusahaan.
Pembayaran oleh sektor perusahaan sekarang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
2.1.2.1.2.1 Pembayaran kepada sektor rumah tangga sebagai pendapatan kepada faktor-faktor produksi.
1.4.1.1.1.2     Pembayaran pajak pendapatan perusahaan kepada pemerintah.

2.1.2.1.3 Aliran pendapatan dari sektor pemerintah sektor rumah tangga. Aliran itu timbul sebagai akibat dari pembayaran keatas konsumsi faktor-faktor produksi yang dimiliki sektor rumah tangga oleh pemerintah. Pendapatan yang diterima rumah tangga sekarang berasal dari dua sumber yaitu :
2.1.2.1.3.1 Dari pembayaran gaji dan upah, sewa, bunga dan utang oleh perusahaan.
2.1.2.1.3.2 Dari pembayaran gaji dan upah oleh pemerintah.

Perusahaan memperoleh faktor-faktor produksi berupa SDA, SDM, Modal & Skill dari sektor Rumah Tangga untuk kemudian melakukan proses-proses produksi & menghasilkan barang & jasa hasil produksi yang kemudian dipergunakan oleh sektor rumah tangga untuk konsumsi sehari-hari dengan cara membelinya dari perusahaan. Penghasilan yang diterima perusahaan dari penjualan barang & jasa hasil produksi dipakai untuk membiayai sewa, membayar gaji buruh & memperoleh laba. Akhirnya dari sektor perusahaan, sektor rumah tangga akan memperoleh aliran pendapatan berupa gaji, upah, sewa, bunga, dan untung.  
Agar kegiatan ekonomi bisa berjalan, maka diperlukan peran pemerintah untuk memberikan subsidi kepada masyarakat atau bantuan kepada perusahaan. Hal ini dilakukan hanya apabila kegiatan ekonomi tidak berjalan dengan melihat pihak mana yang paling membutuhkan bantuan pemerintah saat itu apakah dari sektor rumah tangga masyarakat atau dari perusahaan. Subsidi yang diberikan oleh pemerintah berasal dari pajak yang ditagih oleh pemerintah kepada sektor rumah tangga & perusahaan yang diatur dalam perundang-undangan.
Supaya perusahaan dapat berkembang maka pihak manajemen akan berusaha untuk memperoleh modal dari luar. Caranya adalah dengan go public. Perusahaan didaftarkan ke bursa saham supaya para investor dapat menanamkan sahamnya di perusahaan tersebut. Setiap periode-periode tertentu misalnya setahun sekali atau setiap semester atau setiap trimester, perusahaan akan melaporkan hasil kinerjanya kepada masyarakat dalam bentuk laporan keuangan. Apabila perusahaan memperoleh laba, maka para investor berhak untuk meminta pembagian hasil dari laba tersebut yang disebut deviden. Sebagian laba yang diperoleh ada yang ditahan untuk modal perusahaan & sebagian lagi menjadi deviden.
Apabila kita ingin menjadi investor namun kita tidak memiliki modal sendiri maka kita dapat melakukan pinjaman uang misalnya ke bank. Uang yang dipinjamkan oleh bank merupakan tabungan masyarakat bahkan pemerintah yang dihimpun di dalamnya. Ketika meminjam uang pasti akan terkena bunga & investor dapat melunasi pinjaman serta bunganya nanti apabila kita sudah memperoleh deviden.
Fungsi pemerintah memperlancarkan kegiatan ekonomi dalam konteks struktur dan hubungan ekonomi antar masyarakat, negara, dan perusahaan. Pemerintah memberikan gaji dan upah ke rumah tangga, dan memungut pajak perseorangan (individu), dan memberikan subsidi ke perusahaan dan menarik pajak perusahaan (pajak badan, pertambahan nilai, pajak keuntungan, dll). Perusahaan juga berkaitan dengan perusahaan penanam modal (investor), dan sering perusahaan itu pula yang menjadi investor, yang memanfaatkan kelebihan dana masyarakat yang disimpan diperbankan. Hubungan bank dengan masyarakat dan penanam modal sama, yakni dari masyarakat bank menghimpun dana dan ke investorlah bank menyalurkan dana. Kemudian bank menarik bunga kredit dari investor dan membayarkan bunga simpanan ke masyarakat.

2.1.2.2 Keseimbangan Ekonomi Tiga Sektor
Meliputi tiga jenis perbelanjaan: konsumsi rumah tangga (C), investasi perusahaan (I) dan pengeluaran pemerintah membeli barang dan jasa (G). Dengan demikian keadaan yang menciptakan keseimbangan dalam perekonomian tiga sektor adalah: penawaran agregat= Pengeluaran agregat (Y=AE), atau: Y = C + I + G.
Kegiatan sektor perusaahan untuk memproduksikan barang dan jasa akan mewujudkan aliran pendapatan ke sektor rumah tangga, (Gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan) dan aliran ini sama nilainya dengan pendapatan nasional (Y). Pendapatan rumah tangga tersebut akan digunakan untuk tiga tujuan: membiayai konsumsi (C), ditabung (S) dan membayar pajak (T). Dengan demikian, berdasarkan kepada aliran pendapatan yang wujud dalam perekonomian tiga sektor, berlaku kesamaan berikut: Y = C + S + T
Uraian terdahulu telah menunjukkan bahwa dalam keseimbangan berlaku kesamaan berikut: Y = C + I + G. Sedangkan pada setiap tingkat pendapatan nasional berlaku kesamaan: Y = C + S + T. Dengan demikian pada keseimbangan pendapatan nasional berlaku kesamaan berikut:
 C + I + G = C + S + T
Apabila C dikurangi setiap ruas maka: I + G = S + T.

JENIS-JENIS PAJAK
            Dalam setiap perekonomian pemerintah perlu melakukan berbagai jenis perbelanjaan. Pengeluaran-pengeluaran untuk membiayai administrasi pemerintah, membangun dan memperbaiki infrastruktur, menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan, dan membiayai anggota polisi dan tentara untuk menjaga keamanan merupakan pengeluaran yang tidak boleh dielakkan pemerintah. Untuk dapat membiayai pengeluaran tersebut pemerintah perlu mencari dana. Dana tersebut terutama diperoleh dari pungutan pajak ke atas rumah tangga dan perusahaan. Uraian di bawah ini secara ringkas menerangkan struktur pajak yang menjadi sumber dana untuk membiayai pengeluaran pemerintah.
1) Pajak Langsung
            Pajak langsung berarti jenis pungutan pemerintah yang secara langsung dikumpulkan dari pihak yang wajib membayar pajak. Setiap individu yang bekerja dan perusahaan yang menjalankan kegiatan dan memperoleh keuntungan wajib membayar pajak. Pajak yang dipungut dan dikenakan ke atas pendapatan mereka dinamakan pajak langsung, yaitu pajak yang secara langsung dipungut dari orang yang berkewajiban membayar pajak.
2) Pajak Tak Langsung
            Pajak tak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dipindah-pindahkan pada pihak lain. Salah satu jenis pajak tak langsung yang penting adalah pajak import. Biasanya, pada akhirnya yang akan menanggung beban pajak tersebut adalah para konsumen. Yang mula-mula membayar pajak adalah perusahaan-perusahaan yang mengimpor barang. Akan tetapi, pada waktu menjual barang impor tersebut, pengimpor akan menambahkan pajak impor yang dibayarnya dalam menentukan harga penjualannya. Dengan demikian keuntungannya tidak berkurang. Pada akhirnya, para pembeli yang akan membayar pajak, yaitu dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Contoh lain dari pada tak langsung adalah pajak penjualan. Pajak ini biasanya ditambahkan ke harga penjualan yang ditentukan oleh pedagang-pedagang. Oleh sebab itu pajak penjualan berkecenderungan akan mengakibatkan kenaikan harga.
BENTUK-BENTUK PAJAK PENDAPATAN
1) Pajak Regresif, system pajak yang presentasi pungutan pajaknya menurun apabila pendapatan yang dikenakan pajak menjadi bertambah tinggi dinamakan pajak regresif. Dalam system ini, pada pendapatan rendah, pajak yang dipungut meliputi bagian yang tinggi dari pendapatan tersebut. Tetapi, semakin tinggi pendapatan semakin kecil presentasi pajak itu dibandingkan dengan keseluruhan pendapatan. Nilai pajak yang sama besarnya tanpa memperhatikan pendapatan seseorang dapat digolongkan sebagai pajak regresif.
2) Pajak Proporsional, presentasi pungutan pajak yang tetap besarnya pada berbagai tingkat pendapatan yaitu dari pendapatan yang sangat rendah kepada yang sangat tinggi, dinamakan pajak proporsional. Dalam system pajak seperti ini tidak dibedakan di antara penduduk yang kaya atau yang miskin dan di antara perusahaan besar dan perusahaan kecil. Mereka harus membayar pajak menurut presentasi yang tepat. Walau bagaimanapun, dalam nilai nominalnya, semakin tinggi pendapatan atau kekayaan, makin tinggi pula pajak yang dibayar. Di banyak negara, system pajak ini digunakan dalam memungut pajak pendapatan (keuntungan) perusahaan-perusahaan yang berbentuk perseroan.
3) Pajak Progresif, system pajak yang presentasinya bertambah apabila pendapatan semakin meningkat dinamakan pajak progresif. Pajak progresif menyebabkan pertambahan nominal pajak yang dibayar akan menjadi semakin cepat apabila pendapatan semakin tinggi. Di berbagai negara system pajak progresif digunakan untuk memungut pajak pendapatan orang-orang yang bekerja makan gaji. Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh pendapatan pajak yang lebih banyak. Disamping itu system ini bertujuan lebih meratakan pendapatan.

PENGELUARAN PEMERINTAH
            Sebagian dari pengeluaran pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintah dan sebagian lainnya adalah untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan. Membayar gaji pegawai-pegawai pemerintah, membiayai system pendidikan dan kesehatan rakyat, membiayai perbelanjaan untuk angkatan bersenjata, dan membiayai berbagai jenis infrastruktur yang penting artinya dalam pembangunan adalah beberapa bidang penting yang akan dibiayai pemerintah. Perbelanjaan-perbelanjaan tersebut akan meningkatkan pengeluaran dan mempertinggi tingkat kegiatan ekonomi Negara.

PENENTU-PENENTU PENGELUARAN PEMERINTAH
1) Proyeksi jumlah pajak yang diterima
            Salah satu faktor penting yang menentukan besarnya pengeluaran pemerintah adalah jumlah pajak yang diramalkan. Dalam penyusunan anggaran belanjanya pemerintah harus terlebih dahulu membuat proyeksi mengenai jumlah pajak yang akan diterimanya. Makin banyak jumlah pajak yang dapat dikumpulkan, makin banyak pula perbelanjaan pemerintah yang akan dilakukan.
2) Tujuan ekonomi yang ingin dicapai
            Faktor yang lebih penting dalam penentuan pengeluaran pemerintah adalah tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai pemerintah. Kegiatannya dapat memanipulasi/mengatur kegiatan ekonomi ke arah yang diinginkan. Beberapa tujuan penting dari kegiatan pemerintah adalah mengatasi masalah pengangguran,  menghindari inflasi dan mempercepat pembangunan ekonomi dalam jangka panjang. Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut sering kali pemerintah membelanjakan uang yang jauh lebih besar dari pendapatan yang diperoleh dari pajak. Untuk mengatasi pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang lambat, misalnya, pemerintah perlu membiayai pembangunan infrastruktur-irigasi, jalan-jalan, pelabuhan-dan mengembangkan pendidikan. Usaha seperti itu memerlukan banyak uang, dan pendapatan dari pajak saja tidak cukup untuk membiayainya. Maka, untuk memperoleh dana yang diperlukan pemerintah terpaksa meminjam atau mencetak uang.
3) Pertimbangan politik dan keamanan
            Kestabilan negara selalu menjadi salah satu tujuan penting dalam menyusun anggaran belanja pemerintah. Kekacauan politik, perselisihan di antara berbagai golongan masyarakat dan daerah sering berlaku di berbagai negara di dunia. Dengan seperti itu akan menyebabkan kenaikan perbelanjaan pemerintah yang sangat besar, terutama apabila operasi militer perlu dilakukan. Ancaman kestabilan dari negara luar juga dapat menimbulkan kenaikan yang besar dalam pengeluaran ketentaraan dan akan memaksa pemerintah membelanjakan uang yang jauh lebih besar dari pendapatan pajak.

FUNGSI PENGELUARAN PEMERINTAH
            Pendapatan nasional tidak memegang peran yang penting dalam menentukan perbelanjaan pemerintah. Dengan perkataan lain, pengeluaran pemerintah pada suatu periode tertentu dan perubahannya dari satu periode ke periode lainnya tidak didasarkan pada tingkat pendapatan nasional dan pertumbuhan pendapatan nasional. Dalam masa kemunduran ekonomi, misalnya, pendapatan pajak berkurang. Tetapi untuk mengatasi pengangguran itu pemerintah perlu melakukan lebih banyak program-program pembangunan, maka pengeluaran pemerintah perlu ditambah. Sebaliknya, pada waktu inflasi dan tingkat kemakmuran tinggi, pemerintah harus lebih berhati-hati dalam pembelanjaannya. Harus dijaga agar pengeluaran pemerintah tidak memperburuk keadaan inflasi yang berlaku.
            Seperti dengan sifat pengeluaran untuk investasi, pembelanjaan pemerintah adalah perbelanjaan otonomi. Perubahan-perubahan perbelanjaan pemerintah digambarkan dalam bentuk perpindahan fungsi pengeluaran pemerintah ke atas atau ke bawah.

2.1.3 Aliran Perekonomian Empat Sektor atau Perekonomian Terbuka
Perekonomian empat sektor atau perekonomian terbuka ialah suatu sistem ekonomi yang melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan negara-negara lain. Dalam perekonomian terbuka sektor-sektor ekonomi dibedakan kepada empat golongan, yaitu:
2.1.3.1 Rumah Tangga
Sektor rumah tangga memiliki factor-faktor produksi yang dibutuhkan untuk proses produksi barang dan jasa privat (sektor perusahaan)maupun barang dan jasa (sektor pemerintah. Factor-faktor produksi tersebut adalah kesediaan untuk bekerja (tenaga kerja), barang modal uang dan kesediaan untuk menanggung resiko yang dihadapi oleh perusahaan dengan membeli saham.
2.1.3.1.1 Rumah Tangga Keluarga sebagai Produsen
Rumah tangga keluarga dalam kegiatan ekonomi merupakan pemilik faktor produksi yang meliputi tanah, tenaga kerja, keahlian dan modal. Kegiatan produksi yang dilakukan dalam rumah tangga keluarga adalah menyediakan faktor produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lainnya. Dalam kegiatan ini rumah tangga keluarga memperoleh penghasilan/pendapatan dalam bentuk uang.
2.1.3.1.2 Rumah Tangga Keluarga sebagai Konsumen
Rumah tangga keluarga merupakan kelompok yang paling sering melakukan kegiatan konsumsi. Faktor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi rumah tangga adalah:
·         Jumlah pendapatan keluarga
·         Jumlah anggota keluarga
·         Tingkat harga barang atau jasa
·         Status sosial ekonomi keluarga
2.1.3.1.2.1 Membeli berbagai Barang atau Jasa (Konsumsi)
Rumah tangga akan menggunakan penghasilannya untuk dapat mengkonsumsi suatu barang atau jasa dalam hal pemenuhan kebutuhannya.
2.1.3.1.2.2 Disimpan/Ditabung
Rumah tangga akan menyimpan sisa dari hasil konsumsi untuk ditabung. Rumah tangga berharap akan mendapatkan bunga dari kegiatan menabung tersebut.
2.1.3.1.3 Rumah Tangga Keluarga sebagai Distributor
Rumah tangga juga berperan dalam hal penyaluran barang. Rumah tangga dalam memenuhi kebutuhannya ada yang menghasikan uang dari menyalurkan kembali barang yang telah dibeli kemudian dijual kepada konsumen.

2.1.3.2 Perusahaan
Perusahaan adalah organisasi yang didirikan oleh seseorang ataupun sekelompok dengan tujuan untuk menghasilkan laba dalam hal memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara memproduksi barang atau jasa.  Kegiatan ekonomi yang dilakukan rumah tangga perusahaan meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
2.1.3.2.1 Perusahaan Sebagai Produsen
Kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan adalah kegiatan produksi (menghasilkan barang). Hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai produsen. Berdasarkan lapangan usahanya, perusahaan yang ada dalam perekonomian dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu industri primer, industri sekunder, dan industri tersier.
2.1.3.2.2 Perusahaan Sebagai Distributor
Perusahaan juga melakukan kegiatan distribusi. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada aktivitas perusahaan dalam menyalurkan hasil produksinya ke konsumen. Setelah proses produksi berakhir, perusahaan akan menghasilkan barang. Barang-barang tersebut dapat sampai ke konsumen dengan melakukan penyaluran (distribusi) barang ke toko-toko atau agen-agen penyalur, sehingga konsumen lebih mudah mendapatkan barang tersebut.
2.1.3.2.3 Perusahaan Sebagai Konsumen
Perusahaan juga mengkonsumsi barang atau jasa dari pihak lain, Perusahaan dapat dikatakan sebgai onsumen dari perusahaan lain jika perusahaan tersebut mengkonsumsi hasil produksi dari perusahaan lain.

2.1.2.3 Pemerintah
Pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Seperti halnya rumah tangga keluarga dan perusahaan, pemerintah juga sebagai pelaku ekonomi yang melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
2.1.2.3.1 Kegiatan Konsumsi Pemerintah
Pemerintah dalam menjalankan tugasnya membutuhkan barang dan jasa. Kegiatan konsumsi pemerintah dapat berupa kegiatan membeli alat-alat tulis kantor, membeli alat-alat kedokteran, membeli peralatan yang menunjang pendidikan, menggunakan tenaga kerja untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah, dan sebagainya.
2.1.2.3.2 Kegiatan Produksi Pemerintah
Pemerintah ikut berperan dalam menghasilkan barang dan atau jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Pelaksanaan peran pemerintah dalam kegiatan produksi diwujudkan dalam kegiatan usaha hampir di seluruh sektor perekonomian. Sebagai pelaksana kegiatan produksi pemerintah mendirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). PLN yang mengelola listrik, dan PT Telkom yang mengelola komunikasi dan Indonesia merupakan salah atu kegiatan produksi pemerintah.
2.1.2.3.3 Kegiatan Distribusi Pemerintah
Selain melakukan kegiatan konsumsi, pemerintah juga berperan dalam kegiatan distribusi. Kegiatan distribusi ini berbeda dengan kegiatn distribusi dalam sektor lainnya (rumah tangga ataupun perusahaan). Pemerintah menyalurkan barang atau jasa yang bersifat bantuan. Berikut ini kegiatan-kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah:
·         Menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS)  Dalam hal bantuan kegiatan pendidikan. Misalnya buku pelajaran, alat tulis dan sebagainya.
·         Memberi bantuan kepada rakyat miskin berupa penyaluran raskin (beras rakyat miskin) melalui BULOG.
Peran pemerintah atau rumah tangga negara dalam kegiatan perekonomian di masyarakat yaitu:
1.    Pengatur, yaitu bahwa pemerintah harus mengatur lalu lintas perekonomian dalam negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah terjadinya kekacauan dan hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi rakyat banyak.
2.      Konsumen, untuk melakukan tugasnya pemerintah juga memerlukan barang dan jasa. Misalnya untuk keperluan peralatan dan perlengkapan kantor, kepentingnan pertahanan dan keamanan Negara dll.
3.      Sebagai produsen, pemerintah juga menjalankan perusahaan milik negara, khususnya produksi barang dan jasa yang vital bagi kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat misalnya perusahaan air minum, listrik, tambang minyak, bank dll.
4.      Pembuat dan pelaksana aturan main,  yaitu pemerintah menjamin bahwa peserta pasar akan berlaku secara jujur dan mematuhi aturan main yang berisi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasar.
5.      Menjamin kompetisi, yaitu pemerintah menjamin iklim kompetisi yang baik dimana tidak ada praktik tidak terpuji seperti kolusi, monopoli dan penetapan harga yang berpotensi menyingkirkan pesaing dari pasar.
6.      Menyediakan barang publik, yaitu pemerintah memilki kewenangan untuk menagih pajak untuk menyediakan barang-barang publik seperti pertahanan negara dan keadilan.

2.1.2.4 Masyarakat (Ekspor dan Import)
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan masyarakat adalah masyarakat luar negeri. Dalam konsep ini, terdapat transaksi perdagangan internasional yang melibatkan masyarakat luar negeri. Transaksi luar negeri tidak hanya berupa transaksi perdagangan, namun juga berhubungan dengan penanaman modal asing, tukar menukar tenaga kerja, serta pemberian pinjaman.
Hubungan perdagangan internasional ataupun kontak dengan masyarakat luar negeri angat diperlukan, karena pada dasarnya setiap Negara tidak dapat memenuhi kebutuhannya hanya dari sumber daya dari negara itu sendiri saja. Diperlukan sumber daya yang dihasilkan oleh negara lain, yang mana sumber daya tersebut tidak dihasilkan oleh negara konsumen. Masyarakat luar negeri juga dapat melakukan kegiatan ekonomi berupa kegiatan konsumsi dan kegiatan produksi.
Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat luar negeri, akan tampak pada aktivitas berikut ini:
·         Membeli barang-barang yang tidak diproduksi oleh masyarakat dalam negeri.
·         Menggunakan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh negara, seperti bandara, stasiun, pasar, dan sebagainya.
·         Menikmati objek-objek wisata negara lain seperti pegunungan, pantai dan sebagainya.
·         Menggunakan tenaga kerja-tenaga kerja dari negara lain.
Masyarakat juga melakukan kegiatan produksi. Kegiatannya akan tampak pada aktivitas berikut ini:
·         Masyarakat luar negeri menghasilkan barang yang tidak diproduksi oleh negara lain.
·         Melakukan penanaman modal di negara lain.
·         Melakukan penanaman modal di negara lain.
·         Mengirimkan tenaga kerja dan tenaga ahli ke negara-negara yang membutuhkan.
Berikut ini beberapa peran masyarakat luar negeri dalam kegiatan ekonomi:
·         Melalui kegiatan perdagangan (kegiatan ekspor impor) dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Negara bersangkutan.
·         Dalam hal pertukaran tenaga kerja antarnegara dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja itu sendii, sehingga barang atau jasa yang dihasilkan berkualitas tinggi
·         Membuka lapangan kerja.
·         Meningkatkan devisa.
Para pelaku ekonomi (rumah tangga, masyarakat luar negeri, perusahaan, dan negara) pada dasarnya mempunyai hubungan yang sangat erat.


2.2 Aliran Pendapatan dan Pengeluaran
Campur tangan pemerintah dalam perekonomian akan menimbulkan tiga jenis aliran baru dalam sirkulasi aliran pendapatan. Ketiga jenis aliran baru tersebut adalah:
2.2.1 Pembayaran pajak oleh rumah tangga dan perusahaan kepada pemerintah. Pembayaran pajak tersebut menimbulkan pendapatan kepada pihak pemerintah. Ia merupakan sumber pendapatan pemerintah terutama.
2.2.2 Aliran baru yang kedua adalah pengeluaran dari sektor pemerintah ke sektor perusahaan. Aliran ini menggambarkan nilai pengeluaran pemerintah ke atas barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan oleh sektor perusahaan.
2.2.3 Aliran yang ketiga adalah aliran pendapatan dari sektor pemerintah ke sektor   rumah tangga. Aliran itu timbul sebagai akibat dari pembayaran ke atas konsumsi faktor-faktor produksi yang dimiliki sektor rumah tangga oleh pemerintah.
Dengan adanya tiga aliran tersebut, corak aliran pendapatan dalam perekonomian tertutup adalah seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Dari gambar itu dapat dilihat bahwa dalam suatu perekonomian tertutup ciri-ciri pokok dari aliran-aliran pendapatan dan pengeluarannya adalah sebagai berikut:
2.2.1 Pembayaran oleh sektor perusahaan sekarang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: pembayaran kepada sektor rumah tangga sebagai pendapatan kepada faktor-faktor produksi, dan pembayaran pajak pendapatan perusahaan kepada pemerintah.
2.2.2 Pendapatan yang diterima rumah tangga sekarang berasal dari dua sumber: dari pembayaran gaji dan upah, sewa, bunga dan untung oleh perusahaan, dan dari pembayaran gaji dan upah oleh pemerintah.
2.2.3 Pemerintah menerima pendapatan berupa pajak dari perusahaan dan rumah tangga. Pendapatan tersebut dapat digunakan untuk membayar gaji dan upah pegawai-pegawai dan untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa.
2.2.4 Pendapatan yang diterima rumah tangga (Y) yang akan digunakan untuk memenuhi tiga kebutuhan: membayar dan membiayai pengeluaran konsumsi (C), disimpan sebagai tabungan (S) dan pembayaran pajak pendapatan rumah tangga (T). Dalam persamaan: Y= C + S + T.
2.2.5 Dalam gambaran tersebut tetap dimisalkan bahwa tabungan rumah tangga dipinjamkan oleh lembaga-lembaga keuangan kepada para pengusaha yang menanamkan modal.
2.2.6 Pengeluaran agregat (AE) telah menjadi bertambah banyak jenisnya, yaiut disamping pengeluaran konsumsi (C) dan investasi (I), sekarang termasuk pula pengeluaran pemerintah (G). Dalam persamaan: AE = C + I + G.

DAFTAR PUSTAKA
Sukirno, Sadono. 2000. Makroekonomi Modern. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sukirno, Sadono. 2004. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Kelana, Said. 1997. Teori Ekonomi Makro. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Rosyidi, Suherman. 2003. Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Nanga, Muana. 2005. Makroekonomi: Teori, Masalah, dan Kebijakan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.


1 Response to "Aliran sirkulasi pendapatan dan pengeluaran dalam perekonomian"

Amisha said...


Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel