-->

Nilai perspektif Mahasiswa zaman now



Defenisi terhadap sesuatu setiap harinya semakin dipersempit oleh keadaaan yang memaksakan pada satu kebenaran saja. Ruang gerak mahasiswa seharusnya bebas berekspresi positif justru dibatasi dengan pemahaman indivialism berkarakter universal. Tanggung jawab sosial sejatinya menjadi semangat mahasiswa mulai pudar secara kasat mata dan diganti melalui mengejar nilai tanpa mengerti bagaimana esensi ilmu pengetahuan itu sendiri.

Melihat realitas sekarang, mahasiswa berada pada sugesti menyelesaikan kuliah secepatnya dengan predikat IPK (indeks prestasi komulatif) tinggi. Hal ini mutlak terpikirkan pada 99% mahasiswa baru. Pada dasarnya pemahaman yang perlu ditekankan ialah bagaimana seharusnya mahasiswa seutuhnya atau dengan kata lain manusia intelektual penuh jawab.

Berburu nilai tinggi bisa saja menjadikan kita budak peradaban jika setiap hari  hanya datang ke kampus, kerjakan tugas kemudian melihat power point. Rutinitas proses pembelajaran dikelas hanya sebagai pelengkap identitas kita melakukan perkuliahan. Selebihnya akan kita dapatkan diluar kelas berbagai pengalaman dan dinamika kampus yang mempengaruhi nalar dan perilaku kita.

Materi-materi seperti identitas dan ideologi mahasiswa, antropologi kampus, kerangka berpikir, problem solving, kepemimpinan serta tanggung jawab sosial mahaiswa berlalu begitu saja tanpa memberi bekas disanubari.

Bagaimana tidak terjadi ketimpangan ketika Al-Quran kita jadikan sebagai media spiritual saja bukan sebagai pedoman hidup. Jadi keseimbangan antara kecerdasan spiritual, intelektual dan emosional semakin terpisah rasanya karena Spiritualnya kita belajar di Al-Quran, intelektual kita berkiblat ke Negara Barat (indivualism) serta emosional kita besar dipengaruhi oleh sosial media.

Tertanam dibenak bahwa kuliah menjamin kita mendapat pekerjaan yang layak, padahal kenyataannya ijazah adalah bukti formalitas pernah belajar di salah satu institusi. Secara tidak sadar kurang lebih empat tahun lamanya kata wisuda diburu bayang-bayang titel sarjana yang secara simbolis hanya memindahkan tali toga dari kiri ke kanan. Besoknya mulailah perkara baru antara mencari kerja atau justru menambah jumlah pengangguran.

Sudah saatnya kita saling berbagi,
perbanyak relasi dan perbaiki hubungan sesama makhluk. Cerah atau suramnya masa depan kita tergantung apa yang dilakukan hari ini (akhlak). Prinsip nanti bagaimana dan bagaimana nanti perlu dikonsep ulang sembari niat menggapai kesuksesan diluruskan. Dengan Akhlak yang baik percayalah ada balasan senyuman manis terpancarkan dikemudian hari. Tentu IPTEK dan IMTAK jangan dijadikan hal sepele.

Salama' ki to pada salama'
Terima kasih😇

3 Responses to "Nilai perspektif Mahasiswa zaman now"

Hamrianagril.blogspot.com said...

Bagus banget ka artikelnys sangat bermanfaat buat maba

Hamrianagril.blogspot.com said...

Sangat bermanfaat artikelnya ka... Buat maba

Kak Ardi said...

Terima kasih dek, selamat membaca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel