-->

Selamatkan Gedung S



Saling menjaga pada dasarnya bukan hanya sesama makhluk hidup, benda mati pun perlu untuk dijaga sebagai tanda terima kasih kepada mereka telah berkontribusi membangun. Khususnya akhlak kita terhadap gedung S terpadu yang indah dipandang dan nyaman dirasakan.

Betul bahwa jika bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Penyesalan memang tidak pernah datang diawal sebab yang datang diawal ialah pendaftaran. Jangan banyak menuntut kalau kewajiban belum dilaksanakan. Namun semua kata bijak itu hanya dijadikan tameng menjaga nama baik padahal perbuatan sebenarnya tidak demikian.

Esensi pemahaman antara hak dan kewajiban terkadang menjadi paradoks atas fenomena yang terjadi. Selama ini kita (mahasiswa) selalu menuntut kepada mereka (Birokrasi) agar mendapat fasilitas yang lebih baik. Ketika permintaan itu sudah terpenuhi sebagaimana mestinya, apakah dengan seenaknya kita memperlakukannya?, tentu tidak.

Mari kita merefleksi sejenak apa yang dilakukan selama ini. Ketika mentari menyambut dipagi hari menuntun menuju kampus toska (dulunya kampus hijau hehe), gedung S terpadu menanti disana. Sesampainya diparkiran sesak itu kita beranjak ke tangga pertama, pemandangan masih aman-aman saja dan bersih.

Tetapi selang beberapa jam setelahnya, sampah mulai berserakan dimana-mana ibarat perantauan tak jelas rimbanya. Tissue putih melanglang buana dalam kelas seolah tak ada tempat sampah. Gagang pintu dan engsel enggan bersatu dengan pintu, jangankan dikelas di toilet pun demikian ditambah lagi wastafel berubah fungsi menjadi asbak umum.

Apakah tidak terbesit dinurani kita bahwa hal tersebut perlu dibenahi secepatnya. Sangat menggelitik sebenarnya karena sudah tahu kalau ada kesalahan, tetapi entah apa yang membuat enggan memperbaikinya. Keberhasilan atau kesuksesan bukan diliat dari 1 aspek saja (IPK), ada banyak indikator-indikator penting penentu masa depan kita yaitu AKHLAK. Bagaimana mungkin ekspektasi terlalu tinggi tetapi hal kecil pun tidak diperhatikan.

Semua pihak patut bersinergi menjaga gedung tersebut. Kesalahan yang dilakukan satu atau dua kali mungkin menjadi pelajaran bagi kita, namun kesalahan yang berulang kali adalah sebuah petaka.

Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama penulis!

Sekian, terima kasih




0 Response to "Selamatkan Gedung S"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel