-->

Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan Menuju Revolusi Industri 4.0 melalui kearifan lokal di Timur Indonesia




Ekonomi global pada saat ini sedang pada titik puncak perubahan besar yang membahas tentang bagaimana membentuk revolusi industri 4.0 yang dimulai sejak abad ini. Teknologi dan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital dan biologi dengan cara fundamental akan menjadi tantangan baru. Transformasi yang terjadi berbeda dengan sebelumnya sebab kita belum tahu persis apa yang terjadi dimasa depan. Tetapi ada satu hal yang bisa dipastikan bahwa dunia harus merespon perubahan tersebut secara terintegrasi dan komprehensif dengan melibatkan seluruh kepentingan politik global, mulai dari sektor publik dan swasta, sampai akademisi dan tentunya masyarakat sipil.
Revolusi industri 4.0 mempunyai potensi untuk memberdayakan individu dan masyarakat arena menciptakan peluang dalam pengembangan pribadi. Disisi lain hal tersebut juga bisa menyebabkan pengkerdilan beberapa kelompok, memperburuk ketimpangan sosial, menciptakan risiko keamanan yang baru, serta dapat merusak hubungan antar manusia. Sebab akan ada perubahan pada fitrah manusia dan berujung pada pertanyaan filosofis mengenai eksistensi dan nilai manusia secara hakiki yang jauh lebih cepat. Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi bukan kekuatan besar yang dapat dikontrol sendiri. Jika hendak merebut peluang dan menghindari perangkap revolusi industri 4.0, maka mempertimbangkan kembali ide-ide tentang pembangunan ekonomi melalui stabilitas politik dan keamanan.
Stabilitas adalah suatu kondisi dari sebuah sistem yang komponennya cenderung kedalam, atau kembali kepada suatu hubungan yang sudah mantap. Stabilitas memberikan adanya perubahan mendasar atau kacau di dalam suatu sistem politik, atau perubahan terjadi atas batas-batas yang telah disepakati atau ditentukan. Sedangkat dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berkenaan dengan pengambilan keputusan-keputusan. Politik juga mengandung makna kegiatan atau proses secara tidak langsung menunjukkan eksistensi atau pola-pola hubungan. Proses politik menunjukkan peristiwa yang hubungannya satu sama lain didasarkan atas kekuasaan, dimana politik adalah perjuangan untuk memperoleh kekuasaan atau masalah pelaksanaan dan kontrol kekuasaan.
Stabilitas politik dan keamanan yang terjaga merupakan kunci terciptanya rasa aman bagi warga negara. Perlindungan dari berbagai ancaman menjadi prioritas bagi pemerintah. Pendekatan yang dilakukan harus tepat dalam bersentuhan dengan kultur masyarakat Indonesia. Stabilitas politik adalah kondisi dimana tidak ada timbulnya perubahan mendasar atau apa yang revolusioner dalam sistem politik, atau perubahan yang terjadi pada batas-batas yang telah ditentukan. Pada hakikatnya stabilitas politik dan kinerja ekonomi memiliki hubungan erat satu sama lain, bahkan bisa dikatakan dapat menentukan seperti apa sistem ekonomi berjalan dan berkembang.
Sedikitnya ada dua alasan yang dapat membuktikan bahwa bagaimanapun juga pembangunan ekonomi sebenarnya bergantung dan ditentukan oleh struktur dan proses politik yang ada. Pertama dunia politik dapat menentukan stratifikasi sosial dalam menentukan dan mempengaruhi konsep-konsep perencanaan modern di bidang ekonomi. Kedua bahwa politik terbukti pula dalam kebutuhan yang sifatnya situasional, perencanaan pembangunan dan intervensi pemerintah di negara berkembang dipengaruhi oleh semangat nasionalisme yang ingin memberi makna “kedaulatan rakyat” khususnya bidang ekonomi.
Jika mencermati situasi perekonomian Indonesia saat ini, dapat dilihat secara umum bahwa tingkat ketidakpastian ekonomi masih tinggi. Tidak ada jaminan bahwa indikator-indikator seperti ekspor, transaksi berjalan, perkembangan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi akan tetap bertahan. Oleh sebab itu stabilitas politik harus dijaga agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu bagian dari proses pembangunan ekonomi, kalau pada pertumbuhan ekonomi hanya terkandung pengertian adanya proses peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat, maka dalam pembangunan ekonomi terjadi proses kualitatif atau terjadi proses transformasi yang ditandai oleh proses perubahan struktural.
Untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan menuju revolusi industri 4.0, dibutuhkan gagasan yang mampu menjamin hal tersebut, salah satunya dengan pendekatan kearifan lokal. kearifan lokal memiliki karakteristik yang cukup efektif untuk menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, bahkan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi. Nilai strategis kearifan lokal dalam mewujudkan peradaban yang unggul menjadi sebuah keniscayaan. Tugas pokok pilar-pilar bangsa ini semakin mendapatkan tantangan yang lebih kompleks dalam menghadapi era revolusi industr 4.0. Membangun bangsa seharusnya bertumpu pada keadaan masyarakat kita saat ini, dimana tengah menjadi penyakit moral yang cukup akut. Melalui pemahaman yang cerdas, kearifan lokal mampu menjadi pilar yang kokoh dalam memberikan teladan bagaimana seharusnya menjadi bangsa Indonesia yang beradab.
Dalam kebudayaan masyarakat bugis perbuatan seseorang tidak bisa dipisahkan seseorang dengan yang lainnya, ini disebabkan karena masyarakat bugis dilandasi pada suatu prinsip permuliaan harkat dan martabat seseorang sebagai manusia, disebutkan dalam bahasa bugis “Sipakatau” yang bisa diterjemahkan dengan memanusiakan manusia sebagai layaknya manusia sesungguhnya. Manusia secara individual harus memiliki Siri’ dan Pesse dijadikan sebagai prinsip tertinggi masyarakat Sulawesi Selatan. Kedua prinsip ini merupakan pola hidup yang menentukan bentuk perilaku dan semua interaksi dalam praktik hidup bermasyarakat. Tuntunan prinsip itu selalu dijadikan dasar oleh masyarakat sebagai suatu hal yang menjadi landasan dalam bertingkah laku.
Siri’adalah kesadaran tentang nilai martabat yang didukung oleh setiap orang dalam tradisi kehidupan masyarakat bugis. Siri’ juga diartikan sebagai rasa malu atau merupakan kesadaran kolektif yang amat peka, dibebankan kepada orang anggota persekutuan hidup untuk membangun, mempertahankan dan menegakkannya. Nilai Siri’ dapat dipandang sebagai suatu konsep kultural yang memberikan implikasi terhadap segenap tingkah laku yang nyata. Tingkah laku itu dilihat sebagai pernyataan ataupun wujud kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan. Ungkapan sikap mencerminkan sifat Siri’ yang patut diteladani adalah selarasnya kata-kata dengan perbuatan, karena membuktikan perbuatan selama apapun itu menandakan bahwa seseorang mempunyai harga diri dan nilai kebaikan.
Pesse memiliki arti sebagai ikut merasakan apa yang dialami orang lain, mengindikasikan adanya perasaan haru (empati) terhadap tetangga, kerabat maupun kelompok sosial. Sehingga dimaknai sebagai rasa solidaritas yang dimiliki masyarakat bugis dalam berbagai hal atau dengan kata lain rasa kemanusiaan. Pesse mengajarkan rasa kesetiakawanan dan kepedulian sosial tanpa mementingkan diri sendiri atau golongan tertentu. Bahkan Pesse dijadikan sebagai hutang budi kepada seseorang yang telah berbuat baik kepadanya, tentunya tidak hanya dijadikan sebagai ucapan terima kasih saja melainkan ditunjukkan dengan sesuatu perbuatan yang setara atau lebih dari apa yang diterimanya.
Intinya budaya Siri’ na Pesse mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan yang telah menjadi jati diri. Dengan adanya falsafah dan ideologi Siri’ na pesse maka keterikatan antar sesama akan menjadi kuat dan selangkah lebih maju. Dimana rasa malu dan kemanusiaan sebagai landasan dalam hidup mampu memberi jaminan ketentraman dan kedamaian dalam kehidupanbermasyarakat.
Melalui pendekatan kearifan lokal dengan konsep Siri’ na pesse, tentunya stabilitas politik dan keamanan akan tetap terjaga, karena yang dibangun adalah manusianya. Sehebat apapun sebuah sistem jika yang bermasalah adalah manusianya maka tetap saja yang terjadi adalah kesenjangan antara harapan dan realitas. Babak baru revolusi industri 4.0 kini di depan mata, tantangannya kemudian adalah apakah bangsa ini sudah siap menempuh perubahan tersebut dengan melihat kondisi perpolitikan yang setiap harinya memberikan rasa pesimisme akibat ujaran kebencian. Yang dibutuhkan adalah kesehatan dalam berpolitik dengan implementasi kearifan lokal sehingga mampu menjamin stabilitas politik dan keamanan untuk menghadapi transformasi revolusi industri 4.0.

Sekian, terima kasih

3 Responses to "Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan Menuju Revolusi Industri 4.0 melalui kearifan lokal di Timur Indonesia"

BahasaInggrisKeren said...

Kita mmng harus mengakui bahwa hari ini terjadi krisis moral ditengah" masyarakat. Utk menjaga stabilitas politik, dn ketentraman berbangsa dn bernegara, baiknya dimulai dri diri sendiri dengan solusi pendalaman pemahaman mengenai konsep siri'na pesse. Jika satu person sja bisa melakukan nya dlm bertutur dn bertindak orang lain yang menyadari manfaat nya setidaknya akan ikut dn terjangkit konsep siri'na pesse tersebut.

Kak Ardi said...

Dibutuhkan kesadaran dari setiap kalangan dan harus mulai memikirkan persatuan bangsa tanpa dipisahkan kepentingan sepihak, konsep siri na pesse bisa menjadi salah satu rujukan demi kemajuan bangsa ini

Kak Ardi said...

Dibutuhkan kesadaran dari setiap kalangan dan harus mulai memikirkan persatuan bangsa tanpa dipisahkan kepentingan sepihak, konsep siri na pesse bisa menjadi salah satu rujukan demi kemajuan bangsa ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel