-->

Bank Sentral dan Bank Umum



2.1 Bank umum
Yang dimaksudkan Lembaga keuangan atau institusi keuangan adalah semua perusahaan yang kegiatan utamanya adalah meminjamkan uang yang disimpankan kepada mereka. Badan-badan itu mendorong masyarakat untuk membuat tabungan kepada mereka. Sebagai “balas jasanya” para penabung akan diberi “pendapatan” berupa bunga keatas tabungan yang mereka buat. Tabungan yang dikumpulkan oleh Lembaga keuangan tersebut selanjutnya akan dipinjamkan kembali kepada individu-individu dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya. Sebagian lagi digunakan untuk membeli saham-saham berbagai perusahaan.
            2.1.1 Pengertian Bank Umum
2.1.2        Keistimewaan dari Bank Umum
Telah dikatakan bahwa bank umum merupakan Lembaga keuangan yang paling penting dan paling berpengaruh dalam kegiatan ekonomi. Ini disebabkan karena bank umum mempunyai beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki Lembaga-lembaga keuangan lainnya.

2.1.2.1 Keistimewaan 1 : Tabungan dapat diambil dengan cek

Salah satu keistimewaan itu adalah kesanggupan bank umum untuk menciptakan tabungan yang dapat sewaktu-waktu diambil dengan menggunakan cek, yaitu tabungan giral. Keistimewaan untuk menciptakan tabungan yang boleh diambil dengan menggunakan cek tidak dimiliki oleh Lembaga-lembaga keuangan lainnya. Tabungan dilembaga-lembaga keuangan lain dapat diambil apabila pemiliknya dating langsung ke badan-badan tersebut.  
 
2.1.2.2  Keistimewaan 2: Dapat mencipta “Daya Beli”

Keistimewaan yang kedua dari bank umum bersumber dari kemampuannya untuk menciptakan daya beli baru atau menghapuskan daya beli yang ada didalam perekonomian. Kegiatannya ini secara otomatis akan menimbulkan perubahan-perubahan dalam jumlah uang yang tersedia dalam perekonomian. Kegiatan “mencipta” atau “menghapuskan” uang ini dilakuakan oleh bank umum apabila ia memberikan atau membatalkan pinjaman kepada para nasabahnya.
Lembaga keuangan lainnya tidak mempunyai kekuasaan yang demikian. Mereka hanya dapat meminjamkan tabungan-tabungan yang diperoleh dari masyarakat. Apabila mereka ingin mengadakan lebih banyak investasi  dan peminjaman, usaha yang terutama dapat mereka lakukan adalah menarik lebih banyak tabungan dari masyarakat. Atau mereka meminjam dari bank-bank umum. Apabila bank umum ingin melakukan investasi dan membuat peminjaman yang lebih banyak, disamping dengan menarik lebih banyak tabungan, ia dapat pula melakukannya dengan menciptakan tabungan giral/uang giral. Keistimewaanya sebagai pencipta uang inilah yang terutama menyebabkan bank-bank umum dapat menimbulkan pengaruh yang penting dalam kegiatan ekonomi.

2.2.1.3  Keistimewaan 3: Memberi pinjaman jangka pendek

Keistimewaan ketiga dari bank umum bersumber dari corak kegiatan meminjamkan uang yang dilakukannya. Bank umum terutama meminjamkan uang jangka pendek. Ini berarti bank umum merupakan satu badan yang penting peranannya kepada perusahaan-perusahaan untuk menyesuaikan keadaan keuangannya dengan gerak naik turun kegiatan ekonomi. Pada waktu perekonomian mencapai tingkat kegiatan yang tinggi biasanya perusahaan memerlukan lebih banyak modal kerja, dan bank umum dapat dengan segera menyediakan yang diperlukan tersebut. Sebaliknya, apabila kegiatan ekonomi mengalami kemunduran, perusahaan-perusahaan harus mengurangi kegiatan mereka. Dengan sendirinya keperluan untuk memperoleh tambahan modal kerja akan berkurang. Maka para pengusaha akan mengembalikan modal kerja yang mereka pinjam dari bank-bank umum[2]
2.1.3        Jenis-jenis Bank Umum 
2.1.3.1 Dilihat dari segi pemilikannya
 2.1.3.1.1 Bank Milik Negara 
a.  Bank Negara Indonesia 1946
Bank Negara Indonesia 1946, semula bernama Bank Negara Indonesia yang didirikan dengan UU No.2 Prp Tahun 1946 Jo UU No.2 Drt Tahun 1955. Dengan UU No. 2 Prp Tahun 1946 bank tersebut didirikan dengan maksud untuk berfungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi, akan tetapi karena perubahan situasi, dengan UU No.2 Drt Tahun 1955 bank tersebut ditetapkan sebagai bank umum.
Bank Negara Indonesia kemudian diIebur ke daIam Bank Tunggal Bank Negara Indonesia berdasarkan Penetapan Presiden No. 17 Tahun 1965 dan menjalankan usahanya dengan nama Bank Negara Indonesia Unit III. Berdasarkan UU No. 14 Tahun 1967 dan UU No.13 Tahun 1968, BNI Unit III dipisahkan kembaIi dari Bank Tunggal dan dengan UU No.17 Tahun 1968 didirikan Bank Negaia Indonesia 1946.
b.  Bank Dagang Negara
Bank Dagang Negara, semula bernama Escomptobank (didirikan dalam tahun 1857), kemudian dinasionalisir dengan Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 1960. Bank ini didirikan dengan UU N0. 13 Prp Tahun 1960 Jo Penetapan Presiden No. 21 Tahun 1965.
Dengan Penetapan Presiden No. 21 Tahun 1965 ditetapkan bahwa Bank Dagang Negara perlu tetap dilangsungkan berdasarkan undang-undang pendiriannya dan dalam struktur, organisasi serta kegiatan sebagai sediakala dengan ketentuan untuk selalu menyerasikan kegiatan-kegiatannya yang betsifat moneter teknis dengan Bank Negara Indonesia. Dengan demikian Bank Dagang Negara merupakan satu-satunya bank umum pemerintah yang berada di luar Bank Negara Indonesia.
Dengan UU No. 18 Tahun 1968 dicabutlah UU No. 13 Tahun 1960 dan Penetapan Presidén No. 21 Tahun 1965 kemudian ditetapkan Iandasan hukum baru bagi Bank Dagang Negara yang disesuaikan dengan isi dan jiwa UU N0. 14 Tahun 1967.
c.   Bank Bumi Daya
Bank Bumi Daya semula adalah Nederlandsch-Indische Handelsbank (didirikan dalam tahun 1863) yang kemudian menjadi Nationale Handelsbank Pada tahun 1959 Nationale Handelsbank dinasionalisir dengan peraturan pemerintah no. 39 Tahun 1959 dan berdasarkan UU No. 1 Tahun 1959, menjadi Bank Umum Negara. Dalam tahun 1965, Bank Umum Negara dilebur ke dalam Bank Tinggal Bank Negara Indonesia berdasarkan Penetapan Presiden No. 17 Tahun 1965 dan menjalankan usahanya dengan nama BNI unit IV.
Berdasarkan UU No. 14/196 dan UU No. 13 Tahun 1968, BNI Unit IV dipisahkan kembali dari Bank Tunggul dan berdasarkan UU No. 19 Tahun 1968 didirikanlah bank umum milik negata dengan nama Bank Bumi Daya..
d.  Bank Raleyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia
Bank Rakyat Indonesia yang merupakan bank pemerintah peirtama sesudah kemerdekaan Republik Indonesia muIa-mula didirikan dengan Peraruran Pemerintah No. 1 Tahun 1946. Sebelumnya bank tersebut berturut-turut bernama Algemene Volkscredietbank (didirikan pada tahun 1934) dan Syomin Ginko.
Dengan UU No. 41 Prp Tahun 1960 maka didirikan Bank Koperasi Tani dan Nelayan yang tugasnya menjalankan usaba perkreditan rakyat, khususnya menyeIenggarakan perkreditan kepada koperasi, kaum tani dan nelayan dalam airti seIuas-luasnya.
Kemudian Bank Rakyat Indonesia, seirta Bank Tani dan nelayan yang didirikan dengan UU No.77 Tahun 1958 dilebur ke dalam Bank koperasi Tani dan NeIayan masing-masing betrldasarkan UU No. 42 Prp Tahun 1960 dan UU No. 43 Prp Tahun 1960. Secara mateiriil Bank Koperas tani dan nelayan. hanya merupakan peleburan Bank Rakyat Indonesia dengan Bank Tani dan Nelayan.
Dengan Petraturan pemerintah No. 44 Tahun 1960 sebuah bank yang bernama Nederlandsche Handles Maatschappij (didirikan dalam tahun 1824), dinasionalisir dan kemudian dilebur pula ke dalam Bank Koperasi Tani dan Nelayan berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan No. 261206/B.U.M./II Tanggal 30 November 1960.
Berdasarkan Penetapan Presiden No.9 Tahun 1965 Bank Kopeiasi Tani dan Nelayan (eks peIeburan Bank Rakyat Indonesia dengan Bank Tani dan Nelayan dan eks N. H. M.) diIebur ke dalam Bank Indonesia, menjadi Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan.
Selanjutnya berdasarkan Penetapan Presiden No. 17 Tahun 1965 eks Bank Koperasi Tani dan Nelayan (Bank Indonesia Urusan K0perasi Tani dan Nelayan) dilebur ke dalam Bank Tunggal Bank Negara Indonesia dan menialankan usahanya dengan nama BNI Unit II. Dalam kegiatan sehari-hari eks peleburan Bank Rakyat Indonesia dengan Bank Tani dan Nelayan bekerja dengan nama BNI Unit 11 Bidang Rural, sedangkan eks N.H.M. bekerja dengan nama BNI Unit 11 Bidang Eksim.
Berdasarkan UU No. 14 Tahun 1967 dan UU No. 13 Tahun 1968, BNI Unit II Bidang Rural dan Eksim dipisahkan menjadi bank miIik negara dengan nama:
1) Bank Rakyat Indonesia yang menampung segala hak dan kewajiban serta kekayaan dan perlengkapan-perlengkapan BNI Unit II Bidang Rural, dengan UU No. 21 Tahun 1968.
2) Bank Ekspor Impor Indonesia yang menampung segala hak dan kewajiban serta kekayaan dan pelengkapan BN1 Unit II Bidang Eksim, dengan UU No. 22 Tahun 1968.[3] 
2.1.3.1.2 Bank Milik Pemerintah Daerah
        Pada dewasa ini Bank Milik Pemerintah daerah adalah bank-bank pembangunan daerah yang terdapat pada setiap daerah tingkat I. Bank ini didirikan berdasarkan undang-undang No. 13/1962.
2.1.3.1.3 Bank Milik Swasta
        Bank milik swasta dapat dibagi dalam tiga macam yaitu:
a)          Bank-bank Milik Swasta Nasional,
 yaitu bank-bank yang seluruh sahamnya dimiliki warga negara Indonesia dan atau badan-badan hokum yang peserta pimpinannya terdiri atas warga negara Indonesia. Pendirian bank-bank milik swasta didirikan berdasarkan SK Men. Keu. No. Kep/603 /M/IV/ 12/ 1968. Tanggal 18-12-1968.Bank-bank Swasta ini dapat berbentuk:
a.       Bank Umum Swasta
b.      Bank Tabungan Swasta
c.       Bank Pembangunan Swasta
Bank-bank swasta ini bergabung dalam organisasi yang benama Perhimpunan Bank-bank Nasional Swasta (Perbanas) yang didirikan sejak tahun 1953. Beberapa diantara bank-bank nasional swasta telah ditetapkan sebagai bank devisa, yaitu bank yang dapat melakukan transaksi dengan valuta asing (membeli dan menjual valuta asing transfer keluar negeri, insako keluar negeri dan pembukaan letter of credit (L/C) keluar negeri).
Bank-bank devisa tersebut diantaranya:
a.       Bank-bank Umum Nasional (BUN)
b.      Bank Bali
c.       Bank Bali
d.      Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI)
e.       Bank Buana Indonesia
f.       Bank Pasific
g.      Bank Niaga
h.      Bank Duta
i.        Pan Indonesia Bank (Panin Bank)
j.        Bank Central Asia (BCA)
k.      Overseas Ekspress Bank (OEB)

b)      Bank-bank Milik Swasta Asing

Bank-bank swasta milik asing adalah bank-bank yang seluruh saham-sahamnya dimiliki oleh warga negara asing dan atau badan-badan hukum yang peserta dan pimpinannya terdiri atas warga negara asing. Bank ini didirikan berdasarkan SK. Men. Keu. No. 034/MK/IV/2/1968 tanggal 20-2-1998. Bank-bank swasta milik asing ini dapat terdiri dari:
a.       Bank Umum Asing
b.      Bank Pembangunan Asing
c.       Bank Tabungan Asing.
Namun yang kini banyak beroperasi di Indonesia (Jakarta) adalah bank umum asing. Bank-bank asing yang membuka kantor cabang di Jakarta terdiri dari.
a.       Empat Bank berasal dari Amerika Serikat, yaitu
                                                                                         i.            Bank Of America
                                                                                       ii.            City Bank
                                                                                     iii.            American Express
                                                                                     iv.            Chase Manhattan Bank
b.      Satu dari Inggris, yaitu Standard Chartered Bank
c.       Satu dari Eropa, yaitu European Asian Bank (European Bank
d.      Satu dari Cina, yaitu Hong Kong and Shanghai Bank Corporation.
e.       Satu dari Jepang, yaitu Bank of Tokyo
f.       Satu dari Belanda, yaitu Algemene Bank Nederland
g.      Satu dari Thailand, yaitu Bangkok Bank

c)      Kerja sama antara bank swasta nasional dengan swasta asing

Pada dewasa ini ada satu buah gabungan swasta nasional (Indonesia) dengan swasta asing (Jepang) yaitu bank Perdagangan Indonesia (Perdania), yamg didirikan pada tanggal 26 september 1965 berdasarkan surat keputusan Menteri keuangan No. J.A. 5/15/11.
d)     Bank Koperasi
Bank koperasi adalah adalah bank yang modalnya berasal dari perkumpulan-perkumpulan koperasi. Bank Koperasi dapat berbentuk:
a.       Bank Umum Koperasi
b.      Bank Tabungan Koperasi
c.       Bank Pembangunan Koperasi
Bank koperasi didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Kep. 800/MK/IV/II/1969 Tanggal 22 November 1969 dan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia dan Mentranskop No. 19a/GBI/72 per 350/KPTS/MENTRANSKOP/192 tanggal 16 Agustus 1972. Pada dewasa ini terdapat satu buah bank umum koperasiyaitu Bank Umum Koperasi Indosesia (BUKOPIN), yang diresmikan tahun 1972. [4]

2.1.4        Neraca Suatu Bank Umum

Denangan mengamati neracanya dapatlah diketahui kegiatan-kegiatan dari suatu bank umum. Dalam table 8.1 ditunjukkan suatu neraca bank umum yang disederhanakan.
Dalam neraca ini dimisalkan berbagai jenis tabungan masyarakat dalam bank umum tersebut seluruhnya berjumlah 360 milyar rupiah. Nilai ini terdiri dari 300 milyar rupiah tabungan giral, 20 milyar tabungan dan 40 milyar tabungan berjangka (deposito berjangka).
*      Tabungan giral adalah tabungan dalam bank umum yang dapat diambil setiap waktu oleh pemiliknya dengan menggunakan cek.
*      Tabungan adalah uang yang disimpan di bank yang hanya dapat diambil sendiri ke bank tersebut dengan menunjukkan buku tabungan dari pemilik tabungan tersebut atau melalui ATM.
*      Tabungan berjangka adalah tabungan yang dapat diambil setelah suatu jangka waktu tertentu.
 Tidak semua tabungan yang diterima oleh bank umum dapat dipinjamkan kepada para nasabah yang memerlukan. Sebagian tabungan itu harus tetap berada dalam bank tersebut sebagai uang tunai dan sebagian lagi disimpan dalam bank sentral. Uang tunai dan tabungan dalam bank sentral ini dinamakan cadangan.
Dalam gambaran diatas dimisalkan bank sentral mengharuskan bank umum menyimpan 20 persen dari uang giral sebagai uang cadangan, dan untuk tabungan dan tabungan berjangka cadangannya ialah 5 persen. Maka menurut peraturan, cadangan yang harus ditabung bank umum tersebut adalah:
20/100 (300 milyar) + 5/100 (40 milyar + 20 milyar) = 63 milyar   rupiah
        Dalam neraca diatas digambarkan bahwa cadangan yang disimpan oleh  bank umum tersebut adalah sama dengan yang ditentukan oleh peraturan. Kelebihan oleh tabungan dari yang diterimanya dan modal yang dimilikinya digunakan oleh bank tersebut untuk memperoleh pendapatannya, yaitu dengan meminjamkan dan menginvestasikan uang tersebut. Didalam neraca diatas dimisalkan yang dipinjamkan berjumlah 180 milyar rupiah dan yang di investasikan berjumlah 123  milyar rupiah.
        Dalam prakteknya jumlah uang tunai pada bank umum adalah lebih besar dari pada jumlah cadangan minimal yang perlu disimpan oleh bank-bank umum untuk memenuhi peraturan-peraturan mengenai cadangan. Salah satu factor yang menyebabkannya adalah karena bank umum ingin menjaga agar kedudukan banknya lebih kukuh dan tidak perlu selalu membuat penyesuaian apabila terjadi perubahan-perubahan dalam berbagai jenis tabungan. Factor lainnya adalah karena kekurangan kesempatan untuk memberikan pinjaman dan melakukan investasi yang menguntungkan dan terjamin. Maka bank umum tidak dapat menggunakan semua kelebihan tabungan yang ada padanya untuk dipinjamkan dan di invesasikan.[5]

2.2         Bank Sentral

Seperti telah disinggung dalam uraian sebelum ini, bank sentral merupakan institusi keuangan yang didirikan dan diberi tugas untuk mengawasi dan mengatur kegiatan institusi keuangan lain dalam sistem finansial. Dalam bagian ini secara terperinci akan diterangkan perbedaan diantara bank sentral dan bank umum. Dalam bagian berikut akan diperhatikan pula berbagai fungsi utama bank sentral sebagai pengawas institusi keuangan dan sebagai pelaksana kebijakan moneter.


2.2.1 Pengertian Bank Sentral

Bank sentral yaitu suatu bank yang diberi tugas oleh pemerintah untuk mengatur dan mengawasi kegiatan Lembaga-lembaga keuangan yang terdapat dalam perekonomian.
Berdasarkan kepada fungsi yang harus dilaksanakannya ini bank sentral dapat didefenisikan sebagai suatu Lembaga keuangan yang pada umumnya dimiliki pemerintah yang diserahi tanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi kestabilan kegiatan Lembaga-lembaga keuangan, dan untuk menjamin agar kegiatan Lembaga-lembaga keuangan itu akan membantu menciptakan timgkat kegiatan ekonomi yang tinggi dan stabil.[6]

2.2.2        Perkembangan Bank Sentral
Tidak semua bank sentral yang ada sekarang ini dari semenjak didirikan telah merupakan bank sentral. Di Inggris dan Swedia misalnya, bank sentral yang sekarang inimenjadi bank sentral didirikan pada tahun 1660, tetapi baru pada tahun 1897 bank tersebut bertindak sebagai bank sentral. Bank of England, yaitu bank sentral di inggris didirikan pada tahun 1694 tetapi fungsinya sebagai bank sentral baru mulai dijalankan sejak tahun 1884. Di Amerika Serikat bank sentralnya dinamakan Federat Reserve System, dan badan tersebut didirikan pada tahun 1913. Dinegara-negara berkembang, termasuk dinegara kita, bank sentral didirikan semenjak mereka mencapai kemerdekaannya, yaitu pada tahun-tahu sesudah perang dunia kedua. Bank sentral dinegara kita adalah Bank Indonesia. [7]
2.2.3        Bank Indonesia (Sebagai Bank Sentral Indonesia)
Bank Indonesia (BI) merupakan bank sentral Republik Indonesia. Dalam menjalankan tugas-tugasnya, BI dipimpin oleh sebuah dewan gubernur. Dewan guberbur itu terdiri dari seorang gubernur, seorang deputi gubernur senior, dan kurang-kurangnya empat dan paling banyak tujuh orang deputi gubernur. Gubernur merupakan pucuk pimpinan dewan gubernur, sedangkan deputi senior gubernur bertindak sebagai wakil gubernur. Adapun gubernur, deputi senior gubernur dan para deputi gubernur tersebut diusulkan dan diangkat oleh presiden berdasarkan rekomendasi gubernur. Masa jabatan setiap anggota dewan gubernur adalah lima tahun, dan jika memenuhi syarat dapat diangkat kembali.
Bank Indonesia diwajibkan memeberi laporan tahunan dan kuartalan kepada DPR dan pemerintah. Guna menjamin akuntabilitas, kemandirian, transparansi, dan kredibilitas Bank Indonesia, maka DPR telah membentuk sebuah Badan Pengawas Bank Indonesia yang terdiri dari lima orang anggota, yang semuannya dipilih oleh DPR dan dingkat oleh presiden untuk masa jabatan selama tiga tahun, dan tidak bias diperpanjang lagi.
Bank Indonesia menjalankan semua fungsi tradisional bank sentral, termasuk menerbitkan mata uang, bertindak sebagai kasir pemerintah dan bankir bagi perbankan nasional, meregulasikan dan mengawasi operasi perbankan dan Lembaga-lembaga keuangan bukan bank, serta menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengelola cadangan devisa, dan merumuskan serta menjalankan kebijakan moneter. Tujuan utama kebijakan moneter di Indonesia adalah mencapai dan memelihara nilai rupiah yang stabil, baik itu terhadap barang dan jasa, maupun terhadap valuta asing. Perumusan kebijakan moneter dikoordinasikan dengan kebijakan-kebijakan terkait demi kelangsungan manajemen fiskal dan pembinaan kegiatan ekonomi secara keseluruhan. [8]

2.2.4       Tugas Utama Bank Sentral

Kalau diperhatikan peranan dan kegiatan yang dijalankan oleh bank sentral diberbagai negara, maka akan dapat dilihat bahwa pada umumnya bank sentral ditugaskan oleh pemerintah untuk menjalankan lima kegiatan berikut :

a.       Bertindak sebagai bank kepada pemerintah
b.      Bertindak sebagai bank kepada bank-bank umum
c.       Mengawasi kegiatan bank umum dan Lembaga-lembaga keuangan lainnya
d.      Mengawasi keseimbangan kegiatan perdagangan luar negeri
e.       Mencetak uang logam dan uang kertas yang diperlukan untuk melancarkan kegiatan produksi dan perdagangan[9]


2.2.2.1  Bank sentral sebagai bank kepada pemerintah.

Pemerintah dapatlah dipandang sebagai suatu perusahaan raksasa . setiap harinyaia harus membuat pengeluaran-pengeluaran dan menerima berbagai jenis pendapatan, seperti pendapatan pajak, pendapatan pajak penjualan dan pajak impor. Untuk mengurus pengeluaran dan pendapatan pemerintah tersebut ia memerlukan jasa-jasa bank, dan bank sentral didirikan untuk memenuhi kebutuhan ini. Bank sentral bertindak sebagai lembaga keuangan yang terutama yang menyimpan uang yang dimiliki pemerintah.  Seterusnya pemerintah menggunakan jasa-jasa bank sentral untuk membayar dan mengirimkan uang kepada pemerintah daerah dan departeman-departemen pemerintah yang lain.
Adakalanya pemerintah berbelanja lebih banyak daripada pendapatan yang diperolehnya, oleh sebab itu pemerintah harus meminjam dinegara-negara maju, seperti di Inggris, dan salah satu caranya adalah dengan mengeluarkan treasury bill, yaitu pinjaman pemerintah yang akan dibayar kembali didalam jangka pendek. Treasury bill itu biasanya berjangka tiga bulan, tetapi ada juga yang berjangka enam bulan, sembilan bulan atau satu tahun. Treasury tersebut akan dijual Lembaga-lembaga keuangan dan masyarakat, dan juga kepada bank sentral. Didalam penjualan treasury bill bank sentral mempunyai peranan yang sangat penting, misalnya bank sentral diberi kekuasaan oleh pemerintah untuk menentukan dan merubah tingkat bunga dari treasury bill tersebut.
Cara yang lain yang dapat dilakukan pemerintah untuk membayar defisit dalam pengeluarannya adalah dengan mengeluarkan surat pinjaman (obligasi) jangka Panjang atau dengan meminjam langsung dari bank sentral. Apabila peminjaman kepada bank sentral itu sangat berlebih-lebihan, maka Bank Sentral harus mencetak lebih banyak uang. Langkah yang demikian dapat menimbulkan inflasi. Untuk menghindari keadaan yang tidak diinginkan ini beberapa negara membuat undang-undang mengenai besarnya pinjaman yang dapat diambil pemerintah dari bank sentral.

2.2.2.2  Bank sentral sebagai bank kepada bank umum

Bank sentral selalu disebut juga sebagai “bank kepada bank” (bankers bank), atau “sumber pinjaman terakhir” (lender of last-resort), artinya bank sentral adalah bank dari bank-bank lainnya dan ia merupakan sumber terakhir dari pinjaman apabila bank-bank umum tidak dapat memperoleh lagi pinjaman dari bank lainnya.
Bank sentral disebut sebagai bank dari bank-bank lainnya karena jasa-jasa yang diberikannya kepada bank umum adalah sama sifatnya dengan jasa bank umum kepada masyarakat. Ini jelas dapat dilihat dari keadaan berikut: A menerima sejumlah uang dalam bentuk cek dari B dan cek itu adalah cek dari bank M. oleh A cek tersebut dimasukkan kedalam bank N, maka sekarang bank M berhutang kepada bank N, dan untuk membayarnya dapat digunakan jasa bank sentral. Bank M akan meminta bank sentral untuk mengurangindari tabungannya dalam bank sentral sebesar hutangnya kepada bank N, dan memasukkannya kedalam rekening bank N.
Disamping untuk tujuan seperti yang digambarkan diatas, bank umum akan menyimpan sebahagian dari uang tunai yang dimilikinya dibank sentral untuk memenuhi undang-undang pemerintah. Bank umum, seperti telah diterangkan, harus menyimpan sebahagian dari tabungan masyarakat yang diterimanya sebagai cadangan. Biasanya undang-undang pemerintah mengharuskan pula agar sebahagian dari cadangan tersebut disimpan didalam bank sentral.
Selanjutnya bank sentral tersebut sebagai bank dari bank-bank lainnya karena bank-bank umum dapat meminjam dari bank sentral apabila bank umum itu mengalami kekuranan cadangan. Disamping meminjam, cara lain yang dapat dilaksanakan oleh bank umum untuk mengatasi masalahnya adalah dengan menjual surat berharga yang dimiliki oleh bank umum kepada bank sentral. Tugasnya ini, yaitu bank sentral harus memberikan bantuan pinjaman atau bersedia membeli surat-surat berharga yang dijual oleh bank umum apabila bank umum itu menghadapi masalah dalam cadangannya, menyebabkan bank sentral dinamakan juga sebagai “sumber pinjaman terakhir “ atau “lender of last resort”. Maksudnya, dalam keadaan dimana bank umum tidak dapat memperoleh uang tunai untuk memperbaiki keadaan cadangannya, bank sentral akan bertindak sebagai Lembaga yang akan menyediakan uang tunai yang diperlukan tersebut.

2.2.2.3  Mengawasi bank umum dan institusi keuangan lainnya.

Lembaga-lembaga keuangan termasuk bank umum, merupakan perusahaan yang mencari keuntungan dari meminjamkan uang yang dimilikinya atau yang ditabung kepadanya. Untuk memperoleh keuntungan yang maksimal mereka haruslah meminjamkan kepada perusahaan-perusahaan dan perorangan-perorangan sebanyak yang mungkin mereka pinjamkan. Apabila tujuan itu terlalu ditekankan oleh Lembaga-lembaga keuangan tersebut, maka akan timbul akibat-akibat buruk kepada masyarakat dan perekonomian.
Lembaga-lembaga keuangan mungkin memberi terlalu banyak pinjaman sehingga uang tunai yang ditinggalkan sebagai cadangan tidak mencukupi lagi. Pada ketika masyarakat menarik lebih banyak uangnya dari Lembaga-lembaga keuangan tersebut, mereka tidak akan mempunyai cukup dana untuk melakukan pembayaran tersebut. Keadaan seperti itu akan menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada Lembaga-lembaga keuangan. Disamping itu, pinjaman yang tidak diawasi akan menyebabkan badan keuangan  meminjamkan uangnya kepada usaha-usaha yang sangat tinggi resikonya. Apabila usaha itu gagal mereka tidak akan memperoleh kembali uang yang mereka pinjamkan. Keadaan demikian dapat menyebabkan Lembaga keuangan tersebut menutup usahanya dan tidak membayar kembali tabungan daripada langganannya. Disamping itu apabila pemerintah tidak mengawasi kegiatan mereka, Lembaga-lembaga keuangan meberi pinjaman yang berlebih-lebihan pada masa perekonomian mencapai kemakmuran yang tinggi dan perekonomian sedang mengalami inflasi. Tindakan ini akan memperburuk masalah inflasi yang sedang dihadapi.
Contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa apabila tidak diawasi, kegiatan Lembaga-lembaga keuangan, terutama bank-bank umum, dapat merugikan masyarakat dan mempengaruhi kestabilan dan perkembangan perekonomian negara. Untuk menghindari akibaty-akibat yang tidak diharapkan dari kegiatan berbagai Lembaga keuangan, bank sentral diberi kekuasaan oleh pemerintah untuk mengawasi dan memberi petunjuk-petunjuk kepada Lembaga-lembaga keuangan yang ada dalam perekonomian mengenai kebijakan yang perlu mereka jalankan. Dari waktu ke waktu bank sentral akan mengeluarkan peraturan-peraturan dan tindakan lain untuk mengawasi kegiatan dari Lembaga keuangan tersebut.
Didalam usaha menstabilkan tingkat kegiatan ekonomi, menjamin agar perekonomian tetap mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja yang tinggi, dan perkembangan ekonomi berjalan secara efisien, bank sentral dapat melaksanakan beberapa langkah yang digolongkan sebagai kebijakan moneter. Tujuan utama dari kebijkakan moneter adalah untuk mempengaruhi jumlah uang beredar atau suku bunga yang wujud dalam perekonomian. Maka kebijakan moneter dapatlah diartikan sebagai kebijakan-kebijakan bank sentral yang bertujuan untuk mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi dengan mengawasi jumlah uang beredar atau suku bunga, atau kedua-duanya.

2.2.2.4  Mengawasi kestabilan kurs valuta asing

Salah satu usaha yang perlu dilakukan untuk menciptakan kestabilan ekonomi adalah dengan mempertahankan kestabilan nilai kurs mata uang asing. Untuk mencapai tujuan ini pertama-tama haruslah dijaga agar terdapat keseimbangan di antara ekspor dan aliran masuk modal disatu pihak, dengan impor dan aliran keluar modal di lain pihak. Selanjutnya harus pula dijaga agar terdapat cukup cadangan mata uang asing yang dapat sewaktu-waktu digunakan untuk membiayai pembayaran uang asing yang berlebihan kenegara-negara lain karena aliran keluar untuk pembayaran impor dan kebutuhan lain adalah lebih besar daripada aliran masuk yang diterima dari ekspor dan pendapatan dari luar lainnya.
Menjamin agar keadaan seperti itu selalu dapat diwujudkan merupakan salah satu tugas penting dari bank sentral. Sebagai contoh, apabila terdapat tekanan-tekanan yang akan menurunkan nilai kurs mata uang asing, bank sentral haruslah melakukan usaha untuk menghapuskan tekanan ini. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah menaikkan suku bunga. Dengan naiknya suku bunga, investasi dan menyimpan uang menjadi lebih menguntungkan dinegara tersebut dan akan menggalakkan aliran masuk modal. Langkah lainnya adalah dengan berusaha membatasi impor. Salah satu factor yang dapat menjatuhkan nilai mata uang adalah keadaan perdagangan luar negeri dimana impor melebihi ekspor. Maka untuk menjaga agar nilai kurs mata uang asing tetap stabil bank sentral haruslah membuat langkah-langkah yang menjamin agar masyarakat tidak mengimpor secara berlebih-lebihan dari negara lain. Berdasarkan kepaa contoh diatas dapatlah dikatakan bahwa bank sentral merupakan salah satu Lembaga pemerintah yang bertugas untuk menjaga kestabilan kegiatan impor, ekaspor, dan aliran modal luar negeri dengan tujuan untuk menjamin tercapainya kestabilan perekonomian negara.

2.2.2.5  Mencetak uang logam dan uang kertas

Mata uang yang beredar dalam perekonomian dikeluarkan oleh bank sentral. Pemerintah memberi kekuasaan kepada bank sentral untuk mencetak uang yang diperlukan untuk melancarkan kegiatan perdagangan dan produksi. Didalam menjalankan tugas ini bank sentral haruslah menentukan besarnya jumlah uang yang harus disediakan pada suatu waktu tertentu. Disamping itu dari stu waktu ke waktu lainnya ia harus pula menentukan pertambahan jumlah uang yang perlu dilakukan agar kegiatan perdagangan dan produksi tetap dapat berjalan dengan lancer, dan perkembangan ekonomi yang teguh tetap berlangsung. Dalam suatu perekonomian yang berkembang nilai transaksi yang dilakukan masyarakat akan makin bertambah besar. Ini berarti, dalam suatu perekonomian yang berkembang diperlukan lebih benyak uang. Menentukan besarnya uang beredar yang harus ditambah dari suatu periode keperiode lainnya merupakan tugas bank sentral. Karena tugasnya ini adakala organisasi bank sentral dibedakan menjadi dua bagian, yaitu satu bertugas hanya untuk mengeluarkan uamg dan bagian lainnya menjalankan tugas-tugas bank sentral lainnya.[10]

2.2.5        Fungsi-fungsi dari Sebuah Bank Sentral

Evolusi bank sentral memunculkan sejumlah fungsi yang lazim diemban oleh sebuah bank sentral modern. Yang pertama dan utama adalah penerbitan mata uang, yang menjadi komponen utama pada sisi utang dan pasiva (liability) dalam neraca keuangan (balance sheet) bank sentral. Mata uang (dalam bentuk kertas dan logam ) itulah yang menjadi komponen utama basis moneter (monetary base) atau uang kuasa tertinggi (high power money) uang yang berlaku semata-mata karena kekuasaan, bukan karena nilainya sendiri seperti emas. Uang ini merupakan aset yang sangat likuid sehingga digunakan untuk sebagai keperluan transaksi.Fungsi pengelolaan uang tersebut kemudian dibayangi oleh fungsi kedua bank sentral yaitu, fungsi sebagai bankir pemerintah. Sebagai bankir pemerintah, bank sentral wajib mengelola semua deposito milik pemerintah dan mengelolah seluruh utang-utangnya (domestic maupun luar negeri). Bank sentral juga bertindak sebagai penjaga dan manajer cadangan devisa (foreign exchange reserve) milik negara.
Berbagai fungsi dan tanggung jawab bank sentral di atas tidak begitu kontroversial (bias diterima oleh berbagai kalangan). Kebanyakan bank sentral juga dibebani tugas tambahan membiayai sebagian besar (jika tidak semua) defisit anggaran pemerintah dengan menerima surat-surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah. Surat-surat utang tersebut kemudian masuk kesisi aktiva atau aset (asset) pada neraca kauangan bank sentral. Itu berarti pembiayaan defisit anggaran seperti ini sama saja dengan pencetakan uang baru (istilahnya yang lazim adalah “deficit funancing” alias pembiaan defisit). Hal ini pula yang acapkali menyebabkan kedudukan bank sentral sebagai sebuah institusi negara terkesan tidak begitu berwibawa dimata publik. Jika selanjutnya bank sentral tidak berdaya menghadapi tuntutan pembiayaan defisit anggaran pemerintah secara terus-menerus, maka itu sama halnya pemerintah telah mengambil alih wewenang likuiditas bank sentral dan hal inilah yang acapkali mengakibatkan penerbitan uang baru secara berlebihan, paling tidak dalam jangka pendek, terlepas dari apakah negara yang bersangkutan beroperasi dalam system kurs baku atau system kurs mengambang.
Fungsi ketiga dari suatu bank sentral modern adalah sebagai bankir bagi bank-bank swasta komersial, khususnya dalam kedudukannya sebagai penyedia pinjaman terakhir (Bordo, 1989). Bank sentral lazim menyediakan bantuan likuiditas bagi bank-bank komersial demi mempertahankan stabilitas finansial atau memperlancar operasi system penyelesaian pembayaran (kliring) nasional. Sejalan dengan kian terbukanya ( kian banyak berhubungan dengan ekonomi internasional) perekonomian dibanyak negara dalam beberapa tahun terakhir dan meningkatnya persaingan antar bank, maka bank-bank komersial ditiap negara sesungguhnya menjadi kian rapuh terhadap berbagai macam gangguan domestic maupum eksternal (Claassen, 1985). Dalam situasi yang demikian bank-bank sentral dituntut untuk mampu mengatasi kebutuhan-kebutuhan darurat dari bank-bank komersial atau Lembaga keuangan lainnya yang bersumber dari terjadinnya suatu gangguan atau kejutan atau perubahan tajam dalam sentiment pasar.
Kebijakan moneter baru ditambahkan dalam daftar fungsi pokok bank sentral pada tahun 1990-an. Memasuki decade 1990-an hal itu telah menjadi fungsi baku bank sentral yang paling glamor. Sampai beberapa tahun lampau, kebijakan moneter terutama digunakan untuk mencapai berbagai tujuan dinegara-negara berkembang, termasuk memacu pertumbuhan ekonomi, menegentaskan kemiskinan, dan mengendalikan siklus bisnis   (Ahned, 1987; Chandavarkar, 1992; Coates dan Khatkhate; 1980).
Fungsi terakhir, departemen riset dari seluruh bank sentral juga dituntut untuk senantiasa secara cermat dalam menganalisis perkembangan makroekonomi dan perekonomian secara keseluruhan sekaligus memantau daya tahannya terhadap terhadap bebagai kejutan domestik maupun eksternal. Dalam setiap perekonomian yang sudah terderegulasi, fungsi riset bank sentral ini sama pentingnya dengan pelaksanaan kebijakan-kebijakan moneter dan finansial. Bank-bank sentral pun dituntut untuk senantiasa memiliki data-data terbaru maupun historis.
Daftar fungsi bank sentral diatas masih bias bertambah Panjang. Tidak semua fungsi itu sama pentingnya. Arti pentingnya bias bervariasi disatu negara dibandingkan dengan yang ada dinegara-negara lainnya, tergantung pula pada tingkatan pembangunan yang telah dicapai oleh negara yang bersangkutan. [11]

2.2.6        Bank Sentral dan Kebijakan Moneter

Sebegitu jauh kita menganggap bahwa jumlah uang yang beredar (money suplay) ditentukan dan ditetapkan oleh bank sentral. Pada umumnya, bank sentral dapat menetapkannya secara langsung. Dalam bab ini kita akan membahas bagaimana tindakan-tindakan bank sentral, Lembaga keuangan, dan masyarakat saling berinteraksi untuk menetapkan stok uang beredar.
Dalam menetapkan kebijakan moneter, bank sentral menelaah perilaku-perilaku suku bunga maupun stok uang beredar. Beberapa pengamat dari mazhab monetaris berpendapat bahwa kebiasaan ini menyebabkan dilaksanakannya kebijakan moneter yang salah. Mereka menuduh bak sentral secara bersinambung mengacaukan tugas utamanya untuk memelihara pertumbuhan stok uang yang beredar yang mantap karena kekhawatiran dengan setiap perubahan suku bunga. Pengkritik-pengkritik lain berpendapat bahwa bank sentral seharusnya memperhatikan perilaku suku bunga, dan tidak mengikuti secara mentah-mentah lintasan sasaran/target stok uang beredar.
Kita mulai bab ini dengan seluk-beluk mekanis penetapan jumlah uang beredar. Kemudian kita lanjutkan dengan membahas kebijakan moneter: bagaimana bank sentral menerapkan kebijakan moneter dan perbedaan-perbedaan tentang bagaimana seharusnya kebijakan moneter diselenggarakan oleh bank sentral. [12]
2.2.7 Struktur Bank Sentral
Sejarab. Selama abad kesembilanbelas, Amerika Serikat telah beberapa kali diguncang oleh kepanikan perbankan. Kepanikan ini terjadi ketika masyarakat tiba-tiba berusaha untuk menarik deposito mereka dan menukarkannya dengan uang tunai. Ketika mereka tiba di bank, mereka menyadari bahwa bank-bank tidak mempunyai cukup uang karena jumlah uang tunai yang ada tetap dan lebih rendah dibandingkan dengan jumlah deposito bank ' secara keseluruhan. Akibatnya terjadilah kegagalan bank dan perekonomian pun menurun tajam. Setelah terjadi kepanikan yang amat menyakitkan pada tahun 1907, ha] ini kemudian memberikan inspirasi akan perlunya pem-bentukan Bank Sentral pada tahun 1913.[13]
Bank Sentral Amerika (Fed) terdiri dari l2 bank sentral regional yang terletak di New York, Chicago, Richmond, Dallas, San Fransisco, dan beberapa kota besar lainnya. Struktur regional yang penyebarannya tidak terstruktur ini pada mulanya dirancang pada zaman populis untuk menjamin bahwa setiap daerah akan mempunyai satu suara di dalam masalah-masalah perbankan dan untuk menghindari terjadinya pemusatan kekuasaan bank sentral di Washington atau di tangan para bankir yang tinggal di bagian timur benua tersebut. Sekarang setiap bank sentral regional mengelola operasi bank dan mengawasi kegiatan bank-bank di daerahnya masing-masing.
Siapakab yang Berwenang? Tulang pun‘ggung Federal Reserve terletak pada Dewan Gubernur (Board of Governors) Federal Reserve System, yang terdiri dari tujuh orang anggota yang diangkat oleh Presiden dan mendapatkan persetujuan Senat untuk bekerja masing-masing selama 14 tahun. Anggota dewan ini biasanya terdiri dari para bankir dan ekonom yang bekerja secara penuh.
Badan utama dalam Federal Reserve System yang berperan besar dalam pengambilan keputusan adalah Komite Pasar Terbuka Pusat (Federal Open Market Committee/FOMC). Komite (FOMC) ini baranggotakan 12 orang yang memiliki hak suara penuh dan terdiri dari tujuh orang gubernur serta lima orang presiden Bank Sentral regional. Kelompok ini sangat penting karena padanya terletak wewenang untuk mengendalikan instrumen yang paling poka dan paling sering digunakan dalam kebijakan moneter modern, yaitu cadangan bank.
Pada puncak seluruh sistem ini, duduklah Ketua Dewan Gubernur (Chairman of the Board of Governors). Ia mengetuai dewan dan Komite Pasar Terbuka Pusat (FOMC), bertindak sebagai juru bicara bank sentral pada masyarakat, dan memiliki wewenang yang sangat besar atas jenis dan kadar kebijakan moneter. Ia bahkan sering, dan memang, disebut sebagai ”penguasa kedua di Amerika”; hal ini menunjukkan betapa besar pengaruhnya pada keseluruhan ekonomi, melalui kebijakan moneternya.
Meskipun secara formal struktur Bank Sentral itu menyebar, para pengamat tetap berpendapat bahwa kekuasaan sebenarnya masih terpusat. Dewan Bank Sentral, yang berkumpul pada setiap pertemuan yang dilaksanakan oleh para presiden dari ke 12 Bank Sentral regional, bekerja di bawah pimpinan Ketua dewan Bank Sentral untuk mem~ formulasikan dan melakukan kebijakan moneter. Struktur informal dari Federal Reserve System yang sebenarnya adalah seperti ' yang terdapat dalam Gambar 11-2.
Kebebasan. Mengenai struktur Bank Sentral A.S. ini, bisa saja orang bertanya: “Kalau begitu, Bank Sentral ini masuk dalam lembaga yang mana dari tiga lembaga pemerintahan yang ada?”Jawabannya adalah: “Tidak satupun. Secara hukum, 12 bank regional merupakan badan usaha. Dalam kenyataannya, Bank Sentral (Fed) secara keseluruhan bergerak sebagai badan pemerintahan yang mandiri.”

Walaupun secara nominal suatu perusahaan dimiliki oleh bank-bank komersial yang menjadi anggota Bank Sentral, tetapi Bank Sentral ini sendiri pada kenyataannya merupakan lembaga umum (public agency). Bank Sentral (Fed) bertanggungjawab langsung pada Kongres; dan memperhatikan dengan cermat nasihat Presiden; dan apabila terjadi konflik antara kepentingan mencari keuntungan dengan kepentingan umum, maka sudah jelas kepentingan umum dinomor-satukan. Bank Sentral (Fed) memiliki wewenang untuk mencetak uang sebagai imbalan memegang surat-surat berharga pemerintah. Melalui aktivitas ini,bermilyar-milyar dolar keuntungan di atas tingkat tertentu masuk ke kas pemerintah Amerika Serikat.
Akan tetapi, Fed merupakan lembaga yang mandin' (independent). Lembaga ini menetapkan kebijakan moneter menurut apa yang dirasakannya terbaik bagi perekonomian. Meskipun pandangan Kongres dan Presiden tetap diperhatikan dengan sungguh-sungguh, tetapi akhirnya para anggota Dewan Gubernur dan Komite Pasar Terbuka Pusatlah yang akan memutuskan berdasarkan ideologi dan ramalan mereka sendiri. Maka terkadang sebagai akibatnya, Fed bertentangan pendapat dengan pemerintahan. Pemerintahan Rooservelt, johnson, Carter, Reagan, dan Bush pernah mengalami saat-saat konflik mengenai kebijakan Fed. Lembaga ini dengan sopan memperhatikan kata-kata Presiden, namun Presiden tidak berkuasa memaksa mereka untuk memperhatikan pendapat Kongres.
Selama ini orang selalu saja memperdebatkan masalah Fed yang dianggap terlalu bebas. Beberapa kritikus mempermasalahkan dengan: “Bukankah tidak demokratis bila kita membiarkan sekelompok bankir mengendalikan kebijakan moneter? Siapakah yang memberi wewenang pada Bank tersebut untuk menaikkan suku bunga sampai 20 persen pada tahun 1980? Darimana kita ketahui bahwa Fed diberi wewenang untuk mengetatkan uang dan menciptakan resesi? Apakah kebijakan moneter tidak sebaiknya ditetapkan oleh wakil-wakil rakyat yang terpilih di Kongres, atau oleh Pemerintah?”
Tidak ada satu pun jawaban yang benar atas pertanyaan-pertanyaan ini. Di lain pihak, suatu bank sentral yang independen/bebas me~ rupakan pelindung yang tangguh terhadap nilai mata uang bangsa dan merupakan pelindung yang terbaik terhadap inflasi laten. Selain itu, posisi yang independen akan menjamin bahwa kebijakan moneter tidak akan ditujukan kepada tujuan-tujuan partai politik tertentu; posisi Bank Sentral yang independen memungkinkannya berfungsi sebagai wahana untuk melaksanakan setiap kebijakan, seperti usaha untuk memerangi inflasi, yang sedikit mendapatkan dukungan yang populer. Cabang-cabang yang terpilih tidak akan selalu mengorbankan kantor mereka untuk kesejahteraan ekonomi jangka panjang.
Pada saat yang bersamaan, karena hal-hal tersebut begitu jauh dari proses politik, maka manajer bagian moneter Bank Sentral mungkin akan kehilangan perhatiannya terhadap masalah serta kenyataan sosial dan ekonomi. Anggota-anggota kongres secara rutin berjuang untuk memerangi pengangguran para pekerja serta kegagalan para petani -kelompok yang jarang dibahas dalam gedung Bank Sentral di Washington.
Perdebatan mengenai kebebasan Fed tersebut terus berlangsung sampai sekarang. Tepik-topik hangat yang menjadi perdebatan adalah usulan mengenai perubahan komposisi dewan, penempatan wakil dari Kongres atau Pemerintah pada Komite Pasar Terbuka Pusat (FOMC), atau wewenang setiap Presiden baru untuk menunjuk Ketua Dewan Gubernur.
Struktur Bank Sentral A. S. pada saat ini dapat dirangkumkan sebagai berikut:
Dewan Bank Sentral (Federal Reserve Board) di Washington bersama dengan 12 Bank Sentral (Federal Reserve Banks) merupakan satu kesatuan bank sentral AJnerika Serikat. Setiap negara modern memiliki bank sentral seperti ini,~ misalnya Bank Indonesia, Bank of England, dan German Bundes bank; FungSi utama bank sentral adalah mengendalikan  jumlah uang beredar dan segala sesuatu yang menyangkut kredit.

Kegiatan Bank Sentral
Bagaimana Fed mengelola persediaan uang? Dalam menjawab pertanyaan ini, kita perlu memulai dengan memandang dunia seperti yang dilihat oleh Fed.

Gambar 11-3 memperlihatkan berbagai tahap kerja Fed. Untuk menyelesaikan masalahnya Fed memiliki sejumlah instrumen kebijakan yang bisa mempengaruhi sasamn antam tertentu (seperti reserves, persediaan uang, dan suku bunga). Seluruh kegiatannya melalui instrumen-instrumen ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan akhir perekonomian yang sehat-inflasi yang rendah, pertumbuhan output yang cepat, dan tingkat pengangguran yang rendah. Untuk itu sangat penting bagi kita untuk membedakan tiga set variabel ini dalam analisis kita. Ada tiga instrumen utama dalam kebijakan moneter, yaitu:
a.  Operasi pasar terbuka (open-market operations) ---membeli atau menjual obligasi pemerintah
b.  Kebz’jakan tingkat diskonto --penetapan tingkat bunga (disebut diskonto) di mana bank-bank anggota dapat memperoleh pinjaman cadangan dari bank sentral
c.  Kebijakan cadangan wajib-(reseme-requirements policy) perubahan rasio cadangan wajib resmi untuk deposito bank dan lembaga keuangan lainnya.
Dalam mengelola uang, pihak Fed harus benar-benar memperhatikan seperangkat variabel yang disebut sasaran antam (intermediate targets). Sasaran an tara ini adalah variabelvariabel ekonomi yang tidak merupakan
instrumen kebijakan bank sentral dan tidak pula sebagai ‘tujuan kebijakan yang sebenarnya, akan tetapi hanya berfungsi sebagai perantara dalam mekanisme transmisi antara instrumen bank sentral dan tujuannya. Kalau bank sentral berkeinginan untuk mempengaruhi tujuan utamanya, maka pertama-tama bank sentral akan mengubah satu dari instrumennya yang tersedia. Perubahan ini akan mempengaruhi salah satu variabel antara seperti tingkat bunga, syarat-syarat kredit, atau jumlah uang beredar. Bagaikan seorang dokter yang memeriksa kesehatan seorang pasien dengan cara memantau detak jantung melalui urat nadi serta tekanan darah, demikian juga halnya dengan bank sentral secara terus menerus memperhatikan sasaran antaranya secara seksama.  Bank sentral dan sistemnya
Sistem bank sentral
Gambar 11-1 menunjukkan dengan gamblang peranab bank sentral di dalam perekonomian serta hubungan bank sentral dengan bank-bank lainnya maupun pasar modal dimana tingkat  
Bunga serta jumlah kredit yang tersedia ditetapkan. Dalam bagian ini kita a imana bank sentral mengatur instrumen-instrumennya berupa cadagan bank, tingkat diskonto, dan alat bantu lainnya untuk mementukan besamya jumlah uang beredar.
2.2.8 Neraca Bank Sentral
Sebelum menganalisis bagaimana cara bank sentral menentukan jumlah uang yang beredar, kita perlu menjelaskan neraca gabungan Bank Sentral Amerika Serikat seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 11-1. Aktiva pertama sebagian besar adalah sertiflkat emas, seperti misalnya penerimaan dari Departeman Keuangan berupa “official gold.” Surat berharga pemerintah Amerika Serikat (obligasi, misalnya) merupakan sebagian besar dari aktiva sisanya. Pos-pos kecil lainnya, yaitu pinjaman dan penerimaan, terutama terdiri dari pinjaman atau uang muka pada bank-bank komersial. Suku bunga yang dikenakan oleh bank sentral terhadap bank-bank komersial atau pinjaman ini disebut tingkat diskonto (discount rate). Dan tingkat diskonto inipun merupakan instrumen lain yang juga penting.
Sisi kanan dari neraca gabungan berisi rekening modal yang biasa terlihat pada neraca suatu perusahaan, yaitu modal dasar yang disetor oleh bank-bank yang menjadi anggota, ditambah dengan laba yang ditahan atau akumulasi surplus. Uang kertas yang dikeluarkan oleh bank sentral merupakan bagian yang terpenting dari pos kewajiban. Inilah yang kita gunakan sehari-hari.
Namun pos yang sangat penting adalah “cadangan bank” atau saldo simpanan yang disimpan oleh bank-bank kornersial pada Bank Sentral, dan yang terlihat sebagai hutang Bank Sentral. Ditambah dengan sejumlah kecil uang yang disimpan sendiri oleh bank-bank ko~ mersial, pos tadi merupakan cadangan yang pernah kita bahas sebelumnya. Cadangan ini menjadi dasar pokok penciptaan uang oleh sistem perbankan secara nasional.
Singkatnya, dengan mengubah-ubah jumlah obligasi pemerintah, bank sentral bisa menentukan jumlah cadangan wajib yang harus dipertahankan oleh bank-bank komersial. Karena Bank Sentral bisa menetapkan total seluruh cadangan bank, maka dengan demikian ia bisa menetapkan total jumlah uang beredar.  [14]


2.3 Perbedaan Kegiatan Bank Sentral dan Bank umum

                     Kalua dibandingkan kegiatan yang dijalankan oleh bank umum dan bank sentral, maka akan dilihat bahwa diantara kedua-duanya terdapat beberapa perbedaan. Perbedaan-perbedaan itu diterangkan dalam uraian berikut:
2.3.1        Dalam perekonomian hanya terdapat satu bank sentral.

Sebaliknya, bank umum mempunyai jumlah yang lebih banyak.walaupun demikian bank sentral mempunyai kemampuan yang lebih besar didalam mempengaruhi kegiatan ekonomi dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki bank umum. Bank sentral diberi tugas oleh pemerintah untuk mengatur kegiatan-kegiatan bank umum.

2.3.2        Bank umum kebanyakan dimiliki oleh pihak swasta.

Dinegara maju dan negara berkembang bank sentral dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah. Dibeberapa negara misalnya dinegara kita adakalanya bank umum yang dimiliki pemerintah merupakan sebagian besar dari bank umum yang ada, tetapi manajemennya dan kegiatannya tidak berbeda dengan kegiatan bank umum swasta lainnya. Yaitu kegiatan mereka terutama adalah untuk memberi pinjaman atau melakukan investasi, dan dalam menjalankan kegiatan ini mereka harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah ditetapkan oleh bank sentral


2.3.3        Tujuan kegiatan bank sentral dan bank umum berbeda.

Tujuan dari bank umum yang terutama adalah berusaha agar kegiatan mereka dapat menghasilkan dan memberikan keuntungan yang maksimum kepada para pemiliknya. Sedangkan bank sentral didirikan bukanlah untuk tujuan tersebut. Salah satu tujuan penting dari mendirikan bank sentral adalah untuk mengatur dan mengawasi kegiatan bank-bank umum dan Lembaga-lembaga keuangan lainnya. Tujuan penting lainnya dari mendirikan bank sentral adalah untuk membantu menciptakan kegiatan ekonomi yang tinggi dan stabil. Didalam jangka Panjang salah satu tuga penting dari bank sentral adalah untuk melancarkan proses pertumbuhan ekonomi dan mengusahakan tercapainya tingkat pertumbuhan ekonomi yang laju.



2.3.4        Bank sentral diberi kekuasaan untuk mencetak uang kertas dan logam.

bank sentral diberi hak oleh pemerintah untuk mencetak mata uang, yaitu mengeluarkan uang logam dan uang kertas. Bank-bank umum tidak mempunyai kekuasaan yang demikian. Sejak abad yang lalu pemerintah tidak memberi kekuasaan lagi kepada bank-bank umum untuk mengeluarkan mata uang yang dapat digunakan untuk tukar-menukar. Dengan ketiadaan kekuasaan untuk mencetak uang ini bukanlah berarti bahwa bank-bank umum tidak mempunyai kuasa untuk mempengaruhi jumlah uang beredar. Seperti telah diterangkan, mereka mempunyai kemampuan untuk menciptakan uang bank atau uang giral. Dinegara-negara yang sudah maju perekonomiannya uang ini merupakan bagian yang terbesar dari jumlah uang beredar.[15]



DAFTAR PUSTAKA

Sukirno, Sadono. 2015. Makroekonomi Teori PengantarEd. 3 Cet. 23. Jakarta :
PT. Raja Grafindo Persada.
Sukirno, Sadono. 2000. Pengantar Teori Makroekonomi Ed. 2 Cet. 11. Jakarta : PT. Raja Grafindo
Samuelson, Paul A., dan William D. Nordhaus. 1992. MAKROEKONOMI Ed. 14.  
Akhtar Hossain, Akhnd. 2010. Bank Sentral dan Kebijakan Moneter di Asia-Pasifik, Rajawali Pers, 2010
  Rudiger Dornbusch, Stainley Fischer,dan J. Mulyadi, Makroekonomi edisi ke empat, Jakarta : Penerbit Erlangga.
Suyantno. Thomas, dkk., kelembagaan perbankan,Jakarta: PT gramedia pustaka utama, 1988

0 Response to "Bank Sentral dan Bank Umum"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel