-->

Pelaku Ekonomi Makro


            Pengertian  Pelaku Ekonomi Makro

Pelaku ekonomi adalah  pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Secara garis besar, pelaku ekonomi dapat dikelompokkan menjadi lima pelaku, yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, lembaga keuangan, dan negara-negara lain. Setiap pelaku ekonomi ada yang berperan sebagai produsen, konsumen, atau distributor.
Yang selanjutnya perlu dicatat adalah, bahwa pemerintah bisa menjadi konsumen dan bisa pula menjadi produsen, serta demikian pun dengan pihak swasta; kecuali sekali lagi business, milik pemerintah maupun milik swasta, yang tidak dapat menjadi konusmen (consumer) melainkan hanya sebagai produsen (producer) dan investor. Sementara itu, baik pemerintah maupun swasta, dapat menjadi investor atau pelaku investasi.[1]
Namun karena kesulitan dana untuk meningkatkan produksi dimasa yang akan datang, dan konsumen juga kesulitan dalam cadangan keuangan, maka mulai terpikirkan bagaimana menyisihkan sebagian dari pendapatan produsen dan konsumen agar dapat tersedia dana dimasa yang akan datang. Sebagian dana dari konsumen dan produsen yang tidak habis di konsumsi disimpan/diinvestasikan.[2]
Ilmu ekonomi membahas segala perilaku manusia. Ada jutaan orang dan individu yang terlibat dalam suatu sistem perekonomian. Untuk memahami bagaimana perekonomian berjalan, kita harus menemukan cara untuk menyederhanakan pemikiran mengenai semua kegiatan tersebut.  Dengan kata lain, kita memerlukan model yang dapat menjelaskan bagaimana perekonomian diatur dan bagaimana orang-orang yang mengambil bagian dalam perekonomian berinteraksi satu sama lain.[3]
Dalam teori ekonomi kita menggolongkan orang-orang atau lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi menjadi lima kelompok besar, yaitu:
2.1.1        Rumah Tangga
2.1.2        Produsen
2.1.3        Pemerintah
2.1.4        Lembaga-lembaga Keuangan
2.1.5        Negara-negara Lain.
Kegiatan dari kelima kelompok pelaku ini serta kaitannya dengan keempat pasar diatas bias kita gambarkan secara skmatis dalam gambar 1.5. (Lihat gambar untuk mengikuti uraian dibawah ini!)[4]

Permintaan
1.         Pengeluaran konsumsi oleh rumah tangga
2.         Belanja barang oleh pemerintah
3.         Investasi oleh perusahaan
4.         Ekspor ke luar negeri
5.         Kebutuhan tenaga kerja oleh pemerintah
6.         Kebutuhan tenaga kerja oleh perusahaan
7.         Kebutuhan uang tunai dan kredit
8.         Kebutuhan rumah tangga akan uang tunai
9.         Kebutuhan perusahaan- perusahaan asing akan rupiah
Penawaran
10.  Hasil produksi dalam negeri
11.     Impor dari luar negeri
12.     Tenaga kerja yang di sediakan oleh rumah tangga
13.     Suplai uang kartal
14.     Tabungan rumah tangga
15.     Suplai uang giral
16.     Suplai dana luar negeri[5]
Setiap orang yang berpikiran normal bisa dan pasti menjadi subyek ekonomi; demikian pun dengan badan-badan serta organisasi-organisasi yang ada didalam masyarakat semuanya itu adalah subyek-subyek ekonomi. Namun, sekalipun jumlah subyek-subyek ekonomi itu  sedemikian banyaknya sehingga tidak mungkin terhitung lagi, pada hakikatnya mereka itu hanya terbagi menjadi dua kelompok saja dengan dua cara pembagian pula.
Pembagian yang pertama adalah, bahwa para pelaku di dalam kegiatan ekonomi itu keseluruhannya dibagi menjadi kaum produsen dan kaum konsumen. Kaum produsen adalah mereka yang di dalam suatu proses perekonomian berfungsi sebagai pihak yang menyediakan barang dan jasa, untuk nantinya dinikmati oleh kaum konsumen. Jadi, kmaum konsumen adalah para pemakai barang dan jasa yang dihasilkan oleh kaum produsen.
Seperti sudah disebutkan di bagian depan, kedua pihak ini adalah dua pihak yang senantiasa harus ada di dalam setiap perekonomian. Tidak mungkin yang satu ada dengan tiadanya yang lain. Bayangkanlah suatu keadaan di mana semua anggota masyarakat menjadi produsen, dan tidak seorangpun menjadi konsumen, jelas ini tidak mungkin, dan bahkan tidak bisa dibayangkan. Demikian pun dengan hal sebaliknya, dimana suatu masyarakat hanya terdiri dari konsumen dan tiada produsen sama sekali. Demikianlah, keduanya. Yaitu produsen dan konsumen harus senantiasa ada bersama-sama dalam suatu perekonomian.


2.2.1    Rumah Tangga

Rumah tangga konsumsi merupakan unit ekonomi yang paling kecil. Rumah tangga konsumsi adalah pemilik atau penyedia jasa dari berbagai faktor produksi. Rumah tangga keluarga adalah pelaku ekonomi dengan lingkup kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Terdapat juga individu bukan dari keluarga tersebut dapat dikatakan anggota keluarga karena terlibat kegiatan ekonomi di keluarga tersebut, seperti nenek, kakek, saudara, atau pembantu. Faktor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga akan digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa. Rumah tangga konsumsi juga akan menggunakan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhannya.
Rumah tangga adalah seseorang atau sekelompok orang yang tinggal dalam suatu bangunan yang sama dan melakukan pembagian dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup.[6]
Rumah tangga adalah semua orang yang bertempat tinggal di bawah satu atap dan yang membuat keputusan keuangan bersama. Anggota rumah tangga disebut konsumen karena mereka membeli dan mengonsumsi barang konsumsi dan jasa. Rumah tangga merupakan pemilik utama faktor-faktor produksi. Mereka menjual jasa tenaga kerja kepada perusahaan dan menerima penghasilan sebagai imbalannya. Rumah tangga berusaha memperoleh kepuasan maksimum dalam batas sumber daya yang tersedia.[7]
Kelompok rumah tangga melakukan kegiatan-kegiatan pokok berupa :
1.      Menerima penghasilan dari para produsen dari “penjualan” tenaga kerja mereka (upah), deviden, dan dari menyewakan tanah hak milik mereka (tidak melihat dalam gambar).
2.      Menerima penghasilan dari lembaga keuangan berupa bunga atas simpanan-simpanan mereka.
3.      Membelanjakan penghasilan tersebut di pasar barang  (sebagai konsumen).
4.      Menyisihkan sisa dari penghasilan tersebut untuk ditabung pada lembaga-lembaga keuangan.
5.      Membayar pajak kepada pemerintah.
6.      Masuk dalam pasar uang sebagai “perminta” (demanders) karena kebutuhan mereka akan uang tunai untuk misalnya transaksi sehari-hari.[8]
Kegiatan pelaku konsumen ini disebut dengan konsumsi. Kepentingan konsumen adalah memenuhi kebutuhannya dengan memperhitungkan keterjangkauan daya belinya.[9]
Rumah tangga menyediakan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, skill, jasa / tenaga kerja, maupun modal yang disalurkan melalui pasar tenaga kerja dan pasar uang. Rumah tangga membeli barang dan jasa yang telah disediakan dipasar sesuai dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga tersebut dengan menentukan pilihan-pilihannya berdasarkan keterbatasan pendapatannya dan keterbatasan sumber daya dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya. Keuntungan konsumen disini adalah untuk memperoleh pendapatan atau peghasilan yang nantinya akan dibelanjakan kembali untuk kebutuhan konsumen itu sendiri melalui pasar.             

2.2.2    Rumah Tangga Produksi/RTP/Perusahaan/ Produsen 

Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh satu atau beberapa orang yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Perusahaan merupakan tempat berlangsungnya produksi.
Kelompok produsen melakukan kegiatan-kegiatan pokok berupa :
1.      Memproduksikan dan menjual barang-barang/jasa-jasa (yaitu sebagai supplier di pasar barang).
2.      Menyewa/menggunakan factor-faktor produksi yang dimiliki oleh kelompok rumah tangga untuk proses produksi.
3.      Menentukan pembelian barang-barang modal dan stok barang-barang lain (selaku investor masuk dalam pasar barang sebagai peminta atau demanders).
4.      Meminta kredit dari lembaga keuangan untuk membiayai investasi mereka (sebagai demanders di pasar uang).
5.      Membayar pajak.[10]
Perusahaan adalah suatu badan usaha yang menjalankan suatu kegiatan yang menghasilkan produk dan jasa yang bertujuan memperoleh keuntungan. Produsen memproduksi barang dan jasa dengan semua faktor-faktor produksi yang diperlukannya (alam, jasa / tenaga kerja, skill dan modal) yang didapatkan dari pasar tenaga kerja dan pasar uang, lalu menyerahkan hasil produksinya ke pasar.
Perusahaan didefinisikan sebagai unit yang memanfaatkan faktor-faktor produksi untuk memproduksikan komoditas yang dijual kepada perusahaan, rumah tangga, dan pemerintah. Perusahaan adalah pemakai utama jasa-jasa yang ada pada faktor-faktor produksi. Perusahaan mengambil keputusan dengan satu tujuan pokok yaitu meraih keuntungan sebanyak mungkin.[11]Perusahaan merupakan badan usaha yang menjalankan suatu kegiatan dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan atau laba.[12]
Untuk menghasilkan barang dan jasa perusahaan atau produsen harus menggunakan faktor-faktor produksi. Seluruh faktor produksi itu berasal dari rumah tangga . oleh sebab itu keseluruhan pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produski yaitu gaji dan upah yang diterima tenaga kerja, bunga atas modal yang dipinjamkan, sewa yang diperoleh dari tanah dan harta, dan keuntungan pengusaha. [13]
Permintaan tenaga kerja dan penawaran tenaga kerja secara bersama-sama akan menentukan tingkat upah keseimbangan dan penggunaan jasa tenaga kerja keseimbangan. Keseimbangan di pasar tenaga kerja terjadi jika permintaan jasa tenaga kerja sama dengan penawaran jasa tenaga kerja.[14]



Pasar berfungsi sebagai media distribusi produsen ke konsumen, selain itu beberapa faktor-faktor produksi juga ada disalurkan dalam pasar, seperti pasar tenga kerja dan pasar uang/modal berikut :
2.2.2.1 Pasar Tenaga Kerjamerupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pertemuan ini akan menghasilkan konsep upah dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Biasanya yang melakukan permintaan adalah badan usaha (perusahaan), lembaga-lembaga, instasi-instasi, atau dapat juga perseorangan, sedangkan yang melakukan penawaran tenaga kerja adalah angkatan kerja yang tersedia di pasar kerja.

2.2.2.2 Pasar Uang / Modal adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran uang. Di pasar uang terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya menimbulkan hubungan utang piutang. Pihak yang melakukan penawaran uang adalah otoritas moneter (Bank sentral dan pemerintah) dan lembaga keuangan (bank dan bukan bank), sedangkan pihak yang melakukan permintaan adalah masyarakat (rumah tangga dan perusahaan).

2.2.2.3 Pasar modal dalam arti sempit identik dengan bursa efek. Dalam arti luas, pasar modal adalah pertemuan antara mereka yang mempunyai dana dengan mereka yang membutuhkan dana untuk modal usaha. Jika pasar uang lebih memfokuskan pada penggunaan jangka pendek, maka pasar modal lebih memfokuskan pada penggunaan jangka panjang.

2.2.2.4 Pasar Barang / Jasamenggambarkan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang. Sebuah perusahaan atau individu dapat beroperasi di pasar barang dengan menawarkan barang hasil produksi atau melakukan permintaan akan produk.Pasar tidak hanya menerima barang dari produsen dalam negeri saja tapi juga meng-impor dan meng-ekspor barang dan jasa luar negeri.

2.2.3    Pemerintah

Pemerintah adalah lembaga pemerintahan yang  tugasnya untuk memperhatiakan kegiatan perekonomian tetap berjalan.Pemerintah bertugas mengatur kegiatan ekonomi di Indonesia. Salah satunya adalah mengatur kebijakan-kebijakan dalam pasar, produsen dan konsumen. Pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menjaga stabilitas jumlah produksi barang dengan jumlah konsumen, juga menjaga laju pertumbuhan ekonomi negara dan mencegah inflasi berlebihan, dengan kebijakan-kebijakan seperti operasi pasar, melakukan ekspor impor, menjaga stabilitas harga, menentukan suku bunga, dan lain sebagainya.
Pemerintah yaitu semua badan hukum, lembaga pemerintah dan organisasi-organisasi lain yang dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Pemerintah memiliki kekuatan resmi dan politis untuk mengendalikan pengambil keputusan perorangan dan pasar.[15]
Dalam perekonomian yang terdapat campur tangan pemerintah, Pendapatan yang diterima rumah tangga, selain digunakan untuk konsumsi dan tabungan, juga digunakan untuk membayar pajak kepada pemerintah. Pajak yang diterima pemerintah ini oleh pemerintah digunakan untuk membiayai pengeluarannya, yaitu berupa pengeluaran pemerintah dan pembayaran transfer pemerintah.[16]
Pemerintah (termasuk di dalamnya bank sentral ) melakukan kegiatan berupa:
1.      Menarik pajak langsung dan tak langsung.
2.      Membelanjakan pemerintah negara untuk membeli barang-barang kebutuhan pemerintah (sebagai demanders di pasar barang).
3.      Meminjam uang dari luar negeri.
4.      Menyewa tenaga kerja (sebagai demanders di pasar tenaga kerja).
5.      Menyediakan kebutuhan uang (kartal) bagi masyarakat (sebagai supplier di pasar uang) .[17]
Berbeda dengan rumah tangga, yang membeli barang untuk memenuhi kebutuhannya, pemerintah membeli barang terutama untuk kepentingan masyarakat. Pengeluaran untuk menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan, pengeluaran untuk menyediakan polisi dan tentara, pembayaran gaji untuk pegawai pemerintah dan pembelanjaan untuk mengembangkan infrastruktur dilakukan untuk kepentingan masyarakat.
            Pembelian pemerintah ke atas barang dan jasa dapat digolongkan kepada dua golongan yang utama: konsumsi pemerintah dan investasi pemerintah. Yang termasuk dalam golongan yang pertama (konsumsi pemerintah) adalah pembelian ke atas barang dan jasa yang akan dikonsumsikan seperti membayar gaji guru sekolah, membeli alat-alat tulis dan kertas untuk digunakan dan membeli bensin untuk kendaraan pemerintah.
            Sedangkan investasi pemerintah meliputi pengeluaran untuk membangun prasarana seperti jalan, sekolah, rumah sakit dan irigasi. Memberikan beasiswa, bantuan untuk  korban banjir, dan subsidi-subsidi pemerintah tidak digolongkan sebagai pengeluaran pemerintah ke atas produk nasional karena itu bukanlah  untuk membeli  barang dan jasa.[18]
Selain mengatur pasar, pemerintah juga melakukan belanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Pemerintahan mencangkup semua lembaga atau badan pemerintahan yang memiliki wewenang dan tugas mengatur ekonomi. Dan pemerintah terjun langsung dalam kegiatan ekonomi melalui perusahaan negara (BUMN/BUMD).
            Kebijakan pemerintah yang paling populer adalah kebijakan fiskal. Kebijakan fiskla adalah kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Penerimaan pemerintah yang utama adalah pajak (Tax) yang dinotasikan dengan T, disamping penerimaan lain seperti: usaha pemerintah (BUMN), pinjaman luar negeri atau kerjasama investasi (PMA). Sementara pengeluaran pemenrintah berupa belanja negara (government expenditure dinotasikan dengan G).[19]
            Pajak  yang diterima pemerintah akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pemerintah. Di negara-negara yang sudah sangat maju pajak adalah sumber utama dari perbelanjaan pemerintah. Sebagian dari pengeluaran pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintahan dan sebagian lainnya adalah untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan. Membayar gaji pegawai-pegawai pemerintah, membiayai sitem pendidikan dan kesehatan rakyat, membiayai perbelanjaan untuk angkatam bersenjata, dan membiayai berbagai jenis infrastruktur yang penting artinya dalam pembangunan adalah beberapa bidang penting yang akan dibiayai pemerintah. Perbelanjaan-perbelanjaan tersebut akan meningkatkan pengeluaran agregat dan mempertinggi tingkat kegiatan ekonomi negara.[20]

2.2.4    Lembaga-lembaga Keuangan

Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga risiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan.Bank Indonesia merupakan bank sentral Indonesia yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian nasional.
Kelompok lembaga keuangan mencakup semua bank-bank  dan lembaga-lembaga  keuangan lainnya kecuali bank sentral (Bank Indonesia) kegiatan mereka berupa :
1.      Menerima simpanan/deposito dari rumah tangga
2.      Menyediakan kredit dan uang giral (sebagai supplier dalam pasar uang).[21]
Sebagai unit usaha yang bergerak di bidang keuangan, produk dari lembaga keuangan adalah jasa-jasa finansial. Jasa-jasa ini merupakan bentuk dari kegiatannya yang memudahkan pendistribusian dana dan modal. Fungsi-fungsi ini sangat penting dalam efisiensi sistem finansial. Fungsi-fungsi itu dapat berupa kegiatan;
a.    Mekanisme Pembayaran
Lembaga keuangan memudahkan entitas ekonomi melakukan transaksi dan pembayaran tanpa harus menggunakan uang tunai. Cek dan kartu kredit dipakai luas dalam transaksi pembayaran tanpa uang tunai untuk pembayaran listri, gas, air, maupun belanja rumah tangga. Jas finansial ini sangat ekonomis, aman, dan selalu dilayani dengan cepat, nilai transaksi kartu kredit telah melebihi Rp 3 triliun. Selain itu karena kemajuan komputer dan memungkinkan oleh ketentuan pemerintah (terutama setelah fakto (1998) lembaga keuangan membuat point of sell (post) terminal, elektronic fundas transfer system (EFTS) ATM dan lain-lain). Dewasa ini kita dengan mudah menemukan ATM dipusat perbelanjaan, hotel, perkantoran maupun tempat-tempat strategis lainnya. Dengan mekanisme pembayaran dan prosuk seperti ini, tidak hanya kenyamanan yang diciptakan tetapi juga peningkatan perputaran dana.
b.    Perdagangan Sekuritas
Bagi perusahaan-perusahaan yang menerbitkan saham dan menjualnya kepada masyarakat, dibutuhkan suatu mekanisme agar saham-sahan dapat berkembang. Mekanisme ini dilakuakn oleh perusahaan-perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai agen, broker atau dealer. Lembaga keuangan juga dapat bertindak sebagai penjamin emisi dari emitennya dalama perdagangan pada pasar primer.
c.    Transmutasi
Lembaga keuangan menyediakan berbagai jenis pilihan investasi bagi pemilik uang maupun berbagai jenis pilihan sumber dana bagi lembaga yang kekurangan dana. Danareksa memecah kembali saham-saham yang diperdagangan menjasi unit-unit saham, seri yang nilainya relatif lebih kecil sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat. Demikian juga bank-bank yang memiliki sumber dana yang berjangka waktu relatif pendek menanamkan dananya dalam bentuk kredit yang berjangka waktu relatif lebih panjang. Atau lembaga keuangan mengumpulkan dana-dana dalam jumlah yang kecil (denominasi kecil), kemudian menanamkannya dalam kredit yang jumlahnya lebih besar. Proses perubahan (jangka waktu, denominasi dan jumlah) atas uang yang dibeli dan dijual oleh lembaga keuangan ini disebut dengan transmutasi atau transformasi.
d.   Diversifikasi Risiko
Dibandingkan dengan individu, volume dan jenis pembelian surat-surat berharga oleh lembaga keuangan jauh lebih besar, sehingga resiko yang ditanggung juga akan lebih besar. Untuk mengurangi efek negatif atau risiko yang potensial, lembaga keuangan dapat melakukan diversifikasi risiko efek dn surat-surat berharga dengan menanamkannya pada sektor-sektor yang berbeda pula.
e.    Manajemen Portfolio
Erat kaitannya dengan diversifikasi risiko, lembaga keuangan berfungsi sebagai penyediaan, yang dapat memnuhi kebutuhan masyarakat akan:
1.    Kenyamanan.
2.    Proteksi terhadap kecurangan.
3.    Biaya transaksi rendah.
4.    Pajak pendapatan
Perbedaan pajak pendapatan di antara individu dan perusahaan dapat diminimumkan dengan adanya intermediasi, dengan mentrasnfernya dari periode ke periode, dari pembayaran rendah ketinggi. Misalnya, pendapatan yang diinvestasikan yang diperoleh dari dana pensiun tidak akan dipajak. Deposan yang menerima giro, travelers, cheks, yang merupakan manfaat dari bentuk bunga implisit, biasanya dibebaskan dari pajak pendapatan, sedangakan bunganya sendiri dikenakan pajak.[22]
2.2.5        Negara-negara lain
Dalam kegiatan ekonomi negara-negara lain mempunyai peran sebagai penyedia kebutuhan barang impor (supplier) di pasar barang dan membeli hasil-hasil ekspor dari negara kita.
Negara-negara lain juga masuk ke dalam pasar uang dalam negeri sebagai penyalur uang (devisa) dari luar negeri (sebagai supplier dana) dan sebagai peminta kredit dan uang kartal rupiah untuk kebutuhan cabang-cabang mereka (sebagai penghubung pasar uang dalam negeri dengan luar negeri).
Negara-negara lain:
1.      Menyediakan kebutuhan barang impor (sebagai supplier di pasar barang).
2.      Membeli hasil-hasil ekspor kita (sebagai demanders di pasar barang).
3.      Menyediakan kredit untuk pemerintah dan swasta dalam negeri.
4.      Membeli dari pasar barang untuk kebutuhan cabang perusahaannya di Indonesia (sebagai investor).
5.      Masuk ke dalam pasar uang dalam negeri sebagai penyular uang (devisa) dari luar negeri (sebagai supplier dana) dan sebagai peminta kredit dan uang kartal rupiah untuk kebutuhan cabang-cabang perusahaan mereka di Indonesia (demanders akan dana). (Singkatnya, sebagai penghubungan pasar uang dalam negeri dengan pasar uang luarnegeri).[23]
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perdagangan luar negeri adalah sebagai berikut:
1.      Untuk memperoleh barang atau sumber daya yang tidak dapat dihasilkan dalam negeri.
2.      Untuk mendapatkan barang yang bisa dihasilkan di dalam negeri tetapi kualitasnya belum memenuhi syarat.
3.      Untuk mendapatkan teknologi yang lebih modern dalam rangka memberdayakan sumber daya alam di dalam negeri.
4.      Untuk memperluas pasaran produk yang dihasilkan di dalm negeri.[24]
Adapun bentuk-bentuk hambatan yang selama ini terjadi diantaranya adalah :
1. Hambatan Tarif
Tarif adalah suatu nilai tertentu yang dibebankan kapada suatu komoditi luar negeri tertentu yang akan memasuki suatu negara (komoditi impor). Tarif sendiri ditentukan dengan jumlah yang berbeda untuk masing – masing komoditi import. Secara garis besar bentuk penetapan tarif ada 2 jenis, yakni :
1. Tarif Ad-volarem, yakni tarif yang besar kecilnya ditetapkan berdasarkan prosentase tertentu dari nilai komoditi yang di import.
2. Tarif Spesifik, yakni tarif yang besar kecilnya didasarkan pada nilai yang tetap untuk setiap jumlah komoditi import tertentu.
2. Hambatan Quota
Quota termasuk jenis hambatan perdagangan luar negeri yang lazim dan sering ditetapkan oleh suatu negara untuk membatasi masukkan komoditi import ke negaranya. Quota sendiri dapat diartikan sebagai tindakan pemerintah suatu negara dengan menentukan batas maksimal suatu komoditi import yang boleh masuk ke negara tersebut.
3. Hambatan Dumping
Meskipun karakteristiknya tidak seperti tarif dan quota namun dumping sering menjadi suatu masalah bagi suatu negara dalam proses perdagangan luar negerinya. Dumping sendiri diartikan sebagai suatu tindakan dalam menetapkan harga yang lebih murah diluar negeri dibanding harga di dalam negeri untuk produk yang sama.
4. Hambatan Embargo / Sanksi Ekonomi
Sejarah membuktikan bahwa suatu negara yang karena tindakannya dianggap melanggar hak asasi manusia, melanggar wilayah kekuasaan suatu negara, akan menerima/ dikenakan sanksi ekonomi oleh negara yang lain (PBB).[25]

2.3       Peran Pelaku Ekonomi Makro

2.3.1 Peran rumah tangga sebagai pelaku ekonomi makro

2.3.1.1 Rumah tangga keluarga sebagai produsendalam kegiatan ekonomi adalah rumah tangga dapat menghasilkan barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam menghasilkan produksi, Rumah tangga keluarga sebagai produsen mempunyai tanah, tenaga kerja, modal, atau keahlian yang dapat dimanfaatkan.  Rumah Tangga merupakan Pemasok atau pemilik faktor produksi,faktor produksi ada 4 macam yaitu Alam, Tenaga kerja, Modal dan Skill/keahlian
Dari keempat faktor produksi tersebut yang termasuk faktor produksi asli yaitu alam dan tenaga kerja sedangkan faktor produksi turunan terdiri dari modal dan skillBalas jasa dari faktor produksi yaitu Alam : sewa tanah, Tenaga kerja : upah/gaji, Modal : bunga modal, Skill/keahlian : laba. Hasilnya adalah berupa uang. Penghasilan tersebut didapatkan dari:
2.3.1.1.1 Usaha sendiri
2.3.1.1.2 Bekerja dengan pihak lain
2.3.1.1.3 Menyewakan faktor-faktor produksi
2.3.1.2  Rumah tangga keluarga sebagai distributordengan membuka warung atau toko, menjadi pedagang, dll. Tujuannya adalah untuk mendapatkan penghasilan.
2.3.1.3 Rumah tangga keluarga sebagai konsumenmerupakan yang sudah tentu karena setiap pelaku ekonomi memiliki kegiatan konsumsi yang berasal dari hasil pendapatan yang diperoleh, sehingga, kegiatan ekonomi utama dalam rumah tangga keluarga adalah konsumsi. Faktor-faktor yang memengaruhi banyak sedikitnya konsumsi-dalam rumah tangga keluarga adalah sebagai berikut:
2.3.1.3.1 Jumlah pendapatan keluarga
2.3.1.3.2 Jumlah anggota keluarga
2.3.1.3.3 Status sosial ekonomi keluarga
2.3.1.3.4 Harga barang atau jasa yang dibutuhkan

2.3.2 Peran Perusahaan sebagai pelaku ekonomi makro

2.3.2.1 Produsen : menghasilkan barang dan jasa
Peran utama perusahaan untuk melakukan produksi dengan menghasilkan keuntungan. Tentu saja perusahaanberperan sebagai produsen . hal-hal yang harus dilakukan oerusahaan sebelum menjalankan aktivitasnya adalah sebagai berikut:
2.3.2.1.1 Menentukan barang atau jasa yang akan di produksi
2.3.2.1.2 Menentukan proses pengelolaan produksi barang atau jasa tersebut.
2.3.2.1.3 Memastikan barang dan jasa diproduksi suatu  kebutuhan konsumen
2.3.2.2 Pengguna faktor produksi : menggunakan faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa
2.3.2.3 Agen pembangunan : membantu pemerintah dengan menjalankan kegiatan pembangunan
2.3.2.4 Perusahaan sebagai distributor
Peran utama perusahaan adalah mengalami kerugian sehigga mereka harus berperan sebagai distributor agar produknya sampai ke konsumen. Pada umumnya kegiatan produksi yang dilakukan adlah sebagai berikut:
2.3.2.4.1 Membuat cabang perusahaan
2.3.2.4.2 embuat kegiatan promosi
2.3.2.4.3 Mengadakan kegiatan perdagangan
2.3.2.5 Perusahaan sebagai konsumen
Kegiatan konsumsi perusahaan berkaitan dengan kegiatan produksi antara lain sebagai berikut:
2.3.2.5.1 Pengadaan bahan pokok
2.3.2.5.2 Pengadaan alat dan bahan
2.3.2.5.3 Pendanaan upah kariyawan

2.3.3    Peran pemerintah sebagai pelaku ekonomi makro

Peran pemerintah sebagai pelaku ekonomi tersirat di dalam Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945 dimana pemerintah bertanggung jawab atas kemakmuran rakyat. Dalam perekonomian, peran utama pemerintah adalah sebagai pengatur agar kegiatan perekonomian berjalan dengan lancar.[26]
2.3.3.1  Pemerintah sebagai produsen. Pemerintah terlibat dalam peran untuk mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyar indonesia. Menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 2 “ cabang-cabang yang penting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak dikuasi oleh negara. Sedangkan pelaksanaannya sebagai produsen diwujudkan hampir dalam seluruh bidang perekonomian. Sebagai pelaksana kegiatan produksi pemerintah membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
2.3.3.2 Peran pemerintah sebagai distributorberfungsi untuk sebesar besarnya menyejahterakan rakyat.  Pada umumnya, peran pemerintah  distributor adalah penyaluran sesuatu dari berlebihan kepada yang kekurangan  agar terwujudnya kesejahteraan secara merata.
2.3.3.3 Pemerintah sebagai konsumen. Dalam pemenuhan kebutuhan untuk menjalankan tugasnya pemerintah membutuhkan dana yang akan digunakan. Kata pemenuhan kebutuhan yang dikatan pemerintah adalah konsumen contohnya untuknya membeli peralata, kegiatan konsumsi pemerintah memiliki tujuan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan membangun sarana dan prasarana negara.
2.3.3.4 Pengatur : mengatur perekonomian negara sehingga tercipta stabilitas ekonomi agar tidak merugikan masyarakatpengaturan ekonomi secara langsung
contoh : perizinan, pengendalian lingkungan, pembayaran pajak, peraturan biaya tarif, penghapusan peraturan-peraturan yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomipengaturan ekonomi secara tidak langsungcontoh : pemberian insentif bagi produsen untuk memproduksi barang tertentu, himbauan pemerintah agar konglomerat menyerahkan 2,5% keuntungannya untuk mengentaskan kemiskinan
2.3.3.5 Regulasi : pengaturan kegiatan ekonomi secara langsung, sehingga pemerintah dapat menata kehidupan perekonomian sedemikian rupa sehingga tidak ada satu pihak pun yang dirugikan
2.3.3.6 Deregulasi : upaya penghapusan regulasi yang dinilai menghambat perekonomian

2.3.4 Peran lembaga keuangan sebagai pelaku ekonomi makro

2.3.4.1 Lembaga keuangan mencetak uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, hal ini dilakukan untuk mempermudah kegiatan transaksi yang dilakukan oleh masyarakat.
2.3.4.2 Lembaga keuangan menerbitkan cek  yang dimaksudkan untuk mempermudah transaksi yang dilakukan oleh nasabahnya.
Menurut Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 792 Tahun 1990, lembaga keuangan diberikan batasan sebagai semua badan yang kegiatannya di bidang keuangan, melakukan penghimpuanan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan. Meskipun demikian peran tersebut dapat dilakukan oleh bank maupun lembaga keuangan lainnya.

2.3.5 Peran luar negeri sebagai pelaku eknomi makro

Peranan masyarakat luar negeri sebagai pelaku ekonomi adalah :
2.3.5.1 Perdagangan
2.3.5.2 Pertukaran tenaga kerja
2.3.5.3 Penanaman modal
2.3.5.4 Pemberian pinjaman
2.3.5.4 Pemberian bantuan     



Boediono. 1982. Pengantar ilmu Ekonomi No.2 Ekonomi Makro. Yogyakarta: BPFE.
Deliarnov. 2006. Ekonomi. Jakarta: PT Gelora Akses Pratama.
Fatomi, Nur Siti. 2014. Pengantar Ilmu Ekonomi. Bandung: Pustaka Setia.
Mustikowati, Rita Indah.Teori Ekonomi Makro. (Diakses, 27 Desember, 2018)
Oktaviani, Rina, Tanti Novianti. Teori Ekonomi Makro, (Diakses, 27 Desember, 2018).
Pandia, frianto, dkk. Lembaga keuangan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Rosyidi, Suherman. Pengantar Teori Ekonomi Pendekatan kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta: PT Rajagrafindo.
Rowland B. F. Pasaribu. Investasi dan Penanaman Modal, (Diakses, 27 Desember, 2018.
Subianto, Totok. “Studi Tentang Perilaku Konsumen Beserta Implikasinya Terhadap Keputusan Pembelian”. Ekonomi Modernisasi, Vol. 3 (3). (Diakses, 27 Desember, 2018).
Sukirno, Sadono. 2004. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Supriyanto. 2009. “Memahami Cara Bekerja Sistem Perekonomian”, Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, Vol. 6 (2).
Wati, Lela Nurlaela. 2012. Pengantar Ekonomi Makro. Jakarta.

0 Response to "Pelaku Ekonomi Makro"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel